MGM Ditutup, Pendapatan Berpotensi Kurang Setengah Miliar Lebih
Wisata

MGM Ditutup, Pendapatan Berpotensi Kurang Setengah Miliar Lebih

Sleman,(sleman.sorot.co)--Kabupaten Sleman melakukan penutupan sementara terhadap Museum Gunung Merapi (MGM). Penutupan sementara itu untuk diadakan rehabilitasi.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menuturkan penutapan dilakukan pada awalnya terkait kunjungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada hari Senin 12 September 2022 yang berkunjung ke MGM. Dalam kunjungan itu, beliau melihat secara langsung dan detail terkait bangunan fisik yang ada.

"Hasil daripada tinjauan itu ada salah satu kesimpulan yang harus segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, yaitu mengadakan rehab terkait bangunan-bangunan fisik yang ada di MGM. Dalam rangka untuk keselamatan pengunjung MGM," jelasnya saat jumpa pers, Senin (21/11/2022).

Untuk menindaklanjuti tinjauan dari BPK tersebut, Pemkab Sleman pada Jumat 16 September 2022 mengadakan rapat internal membahas usulan penutupan MGM. Hasilnya, menyetujui MGM ditutup sementara dari kunjungan wisatawan.  

Selanjutnya, Pemda akan melakukan rehabilitasi bangunan gedung MGM yang dirasa sangat mengawatirkan. Rehab fisik bangunan MGM menggunakan anggaran Dana Keistimewaan TA 2023.

"Meskipun telah ditutup, kami tetap akan siapkan untuk akomodasi wisatawan hadir di sana. Namun, wisatawan hanya diperkenankan untuk yang di luar museum saja. Meskipun begitu, kami harapkan, untuk sementara waktu, kalau ada pengunjung yang mau ke sana, bisa di-cancel dulu," lanjut Danang.

Danang menambahkan rehabilitasi fisik akan memakan waktu lima sampai tujuh bulan. Ia berharap tidak ada kendala dalam proses pengerjaan, sehingga bisa selesai sesuai rencana.

Rehabilitasi juga akan diikuti dengan upaya mengamankan dan menyelamatkan koleksi penting dari museum, selama masa rehabilitasi. Mengingat koleksi museum punya sifat sangat berharga dan memiliki kenangan yang tidak bisa diulang kembali.

"Anggaran diambil dari Dana Keistimewaan senilai Rp 7,5 miliar. Jumlah tersebut yang disetujui dari oleh Paniradya Kaistimewan DIY, dari total dana Rp 13 miliar yang diusulkan sebelumnya," tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengungkapkan, dengan ditutupnya MGM potensi pendapatan di sektor pariwisata akan mengalami kerugian. Karena ini sebuah upaya untuk mewujudkan keselamatan bagi wisatawan saat berkunjung ke MGM.

Ishadi mengatakan tahun 2019 kunjungan MGM mencapai 119.000 sampai 120.000 orang. Pada 2020 ada 38.000 kunjungan. Sedangkan 2021, terjadi penurunan hingga menjadi 11.000 kunjungan saja. Lalu naik lagi pada 2022, tercatat hingga Oktober ada 55.000 wisatawan datang ke MGM.

"Dari total kunjungan wisatawan kawasan Kaliurang-Kaliadem, sebanyak 18 persen itu ke MGM. Maka kami ingin, pada 2023 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kami akan menggandeng event organizer (EO) untuk menggelar kegiatan di halaman MGM. Dengan prediksi jumlah kunjungan sebanyak 150.000 wisatawan pada 2023, potensi retribusi yang hilang kira-kira Rp 550 juta," tutupnya.