Polda Temukan Modus Baru Pencurian Uang di ATM
Hukum & Kriminal

Polda Temukan Modus Baru Pencurian Uang di ATM

Depok,(sleman.sorot.co)--Modus baru pencurian uang di ATM berhasil dibongkar oleh jajaran Direskrimum Polda DIY. Dengan cara mengganjal uang tempat keluar uang, para pelaku berhasil meraup uang hingga puluhan juta di belasan ATM yang ada di DIY.

Wadireskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko, mengatakan dalam kasus tersebut 4 tersangka ditangkap. Mereka yakni DH (32) warga Bogor, DF (33) warga Bandung, T (36) warga Cibinong, Bogor, Jawa Barat dan W (31) warga Lampung.

"Hasil pemeriksaan, otak daripada aksi pencurian itu yakni tersangka TH. Tersangka tersebut merupakan yang mengkoordinir tersangka lainnya di dalam melakukan aksinya. Untuk tersangka WS dan TH berpesan sebagai eksekutor di mesin ATM, tersangka DN berperan sebagai pengawas dan berada di luar box mesin ATM, tersangka DH merental sarana penyedia mobil dan sekaligus sebagai driver untuk menuju ke lokasi titik-titik mesin ATM terebut," katanya, Kamis (4/8).

Pencurian uang di mesin ATM sendiri, lanjut Tri dilakukan oleh tersangka seperti mengambil ATM. Tersangka menggunakan kartu yang memiliki saldo dan kartu ada pin mereka masukan seperti biasa. 

Kemudian layaknya transaksi biasa, mereka melakukan penarikan uang Rp 1,5 juta kemudian mesin ATM bereaksi dengan menghitung uang setelah selesai. Saat proses uang akan keluar inilah, pelaku dengan cekatan memasukan obeng untuk mengganjal lobang tempat keluar uang. Selanjutnya mereka menggunakan tongsis yang sudah dimodifikasi untuk ambil uang yang transaksi untuk dikeluarkan. Setelah itu obeng diambil dalam layar monitor akan tertulis gambar intinya jika uang itu diambil posisi masih di mesin box di layar tertulis transaksi gagal otomatis saldo pelaku tidak berkurang. Modus baru ini diketahui para pelaku karena mereka tahu cara kerja mesin ATM merek per merek.

"Terhadap kasus ini, para tersangka kami sangkakan dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPtentang pencurian dan pemberatan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara," tutupnya.