Penampilan Kontingen Pesparwai DIY  Disambut Meriah Penonton
Info Ringan

Penampilan Kontingen Pesparwai DIY Disambut Meriah Penonton

Depok, (sleman.sorot.co) - Gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pespawari) XIII masih berlangsung di DIY. Setiap kontingen dari 34 Provinsi menunjukan kualitas suara terbaik mereka di atas stage panggung ajang Pespawari.

Untuk venue perlombaan sendiri, di beberapa lokasi, yakni di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD), Gedung Pertunjukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kontingen DIY yang menjadi tuan rumah acara, di GSP UGM mendapat sambutan meriah penonton, Kamis (23/6/2022) siang..

Dalam sesi perlombaan ini, DIY membawakan 2 lagu dengan kemasan dan koreografi yang apik. Penampilan mereka pun seolah menghipnotis dan membuat para penonton takjub.

Nunuk selaku pendamping musik gereja Nusantara Yogyakarta mengatakan, DIY sebagai tuan rumah mengikutsertakan sebanyak 222 peserta dan mengikuti semua dari 12 kategori perlombaan yang ada, terdiri dari Solo anak, usia 7-9 tahun dan usia 10-13 tahun, Solo remaja putra dan putri, ada paduan suara atau PSR dan ada musik gereja Nusantara atau MGN kemudian ada paduan suara campuran dewasa, paduan suara pria serta paduan suara wanita.

Sementara bicara antusias dari peserta tidak diragukan lagi, terbukti dari penampilan mereka yang luar biasa semangatnya, bahkan sempat ada yang menangis terharu.

''Kami dalam hal ini sudah mencoba untuk berusaha menampilkan yang terbaik secara maksimal,” katanya.

Penampilan kali ini membawakan 2 lagu. Pertama berjudul Riyoyo Unduh unduh bercerita tentang panen raya dikala sebelum pantekosta lalu mempersembahkan panen tersebut kepada Tuhan. Sedangkan untuk lagu yang kedua yakni Nek Gasing dari Kalimantan Barat..

Ketua Lembaga Pengembangan Pespawari Daerah (LPPD) DIY. Pdt. Agus Haryanto mengatakan, sebagai tuan rumah DIY, memang ada hal hal khusus yang disiapkan untuk lebih bisa maksimal dibanding dengan penampilan penampilan sebelumnya, bicara soal proses latian pun dilakukan secara intensif.

'' Kami sendiri telah menyiapkan tempat bagi para seluruh kontingen, seperti hotel dan tempat latian sendiri, dimana kami berkoordinasi dengan gereja gereja yang ada, dan setelah kami cek, memang beberapa fungsi menggunakan fasilitas gereja menjadi tempat untuk latian para peserta, dan mendapat respon yang cukup baik, selain dari gereja yang ada, juga respon baik dari masyarakat Yogyakarta sendiri,” jelasnya

Pdt. Agus Haryanto, menambahkan, sejak awal ditunjuk sebagai tuan rumah, memang dari segi harapan dapat bisa menjadi juara umum, namun terlepas dari itu, pihaknya juga mendorong untuk semua kontingen untuk terus mempersiapkan dengan sebaik mungkin dan maksimal.

'' Karena dengan persiapan yang baik dan maksimal tersebut, nantinya untuk hasil sendiri pasti tidak pernah mengkhianati proses,” terangnya.