Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, BNPB Targetkan Bentuk 5000 Desa Tangguh Bencana
Pemerintahan

Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, BNPB Targetkan Bentuk 5000 Desa Tangguh Bencana

Ngaglik, (sleman.sorot.co) - Baban Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menergetkan membentuk 5000 desa tangguh bencana di Indonesia pada tahun 2024. Dari jumlah itu hingga pertengahan 2022 telah terbentuk 1116 desa tangguh bencana di Indonesia.

Kepala BNNP Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, desa tangguh bencana merupakan desa yang dibentuk di daerah rawan bencana. Terutama untuk meningkat kewaspadaan, kehati hatian, kesiapsiagaan dan kesadaran bahwa mereka (mastarakat) tinggal di daerah bencana. Sehingga sewaktu waktu bencana itu datang, mereka sudah siap.

Pembentukan desa tangguh bencana akan terus berlanjut hingga diseluruh daerah yang rawan bencana, masyarakat sekitar sudah sangat tangguh menghadapi bencana,” kata Suharyanto saat kunjungan ke Purwobinangung, Pakem dan Sardonoharjo, Ngaglik. Sleman, Rabu (22/6/2022).

Sementara dalam kunjungannya di Purwobinangun, melihat kepada soal penangan dan penanggulangan bencana yang sangat komprehensif. Tidak hanya pada saat tanggap darurat saat terjadi bencana, tetapi yang utama lebih kepada langkah langkah dan kegiatan yang harus dilaksanakan sebelum bencana datang, hal tersebutlah yang dinamai tahap pencegahan atau mitigasi. 

'' Desa Purwobinangun desa yang paling dekat dengan Taman Nasional Gunung Merapi, di desa ini hal hal yang harus ada sudah lengkap, ada peta resiko bencana, ada peringatan dini, ada jalur evakuasi, ada tempat pengungsian, bahkan ada rencana kontinjensi yang terinci dan detail,” jelasnya.

Sedangkan saat Sardonoharjo, Ngaglik, yakni di komunitas ,sekolah air hujan Banyu Bening, menjelaskan disamping air tanah, ada air hujan yang aman dikonsumsi. Terlebih dalam situasi kebencanaan, bila terjadi bencana dan dalam keadaan tanggap darurat biasanya yang paling sulit adalah kebutuhan dasar manusia, termasuk air.

Dengan adanya ini dapat menjadi salah satu solusi dimana dengan adanya air hujan, dimana masyarakat yang berada didaerah bencana, masalah airnya bisa terjawab,” terangnya.