Lima Hari TPST Piyungan Diblokade,  Belasan Ton Sampah Menumpuk di Transfer Depo Ngaglik
Info Ringan

Lima Hari TPST Piyungan Diblokade, Belasan Ton Sampah Menumpuk di Transfer Depo Ngaglik

Ngaglik, (sleman.sorot.co) - Lima hari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan diblokade berdampak pada menumpuknya sampah di Transfer Depo, Lempongsari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Pengelola Transfer Depo Sampah Lempongsari, Iskandar, mengatakan sejak TPST Piyungan diblockade, Sabtu (7/5/2022) sampah yang biasanya diangkut ke TPST Piyungan tertahan di tempat ini, Total ada 12-15 ton sampah yang tertahan di  transfer depo seluas 500 meter persegi (m2) itu.

" Transfer Depo ini  menampung sampah dari warga Kalurahan Sariharjo dan sekitarnya.   Ada s 5-9 armada dari total 28 pengepul sampah yang datang setiap harinya,” katanya, Kamis (12/5/2022).

Iskandar menjelaskan volume sampah basah yang datang berkisar 6-7 ton per hari. Usai sampah-sampah datang, kemudian dipilah ke dalam dua jenis yakni organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti botol dan plastik dikumpulkan lalu dijual ke pengepul. Sedangkan sampah organik seperti daun, kertas, dan sisa makanan dijadikan satu untuk dibuang ke TPST Piyungan. 

" Namun, karena TPST Piyungan ditutup, maka aktivitas pembuangan sampah sementara berhenti, sehingga sampah menumpuk di tempat ini,"  jelasnya.

Ia pun berharap TPST Piyungan segera dibuka lagi, sehingga segera bisa membawa sampah-sampah itu ke sana..