Kasus Kekerasan Perempuan Anak  Naik Drastis,  DPR  Didesak  Sahkan  RUU TPKS
Hukum & Kriminal

Kasus Kekerasan Perempuan Anak Naik Drastis, DPR Didesak Sahkan RUU TPKS

Depok, (sleman.sorot.co) -101 Aliansi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Tugu Bergerak mendesak DPR segera mengesahkan Rencana Undang-Undanag Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi Undang-Undang (RUU).

Perwakilan Tugu Bergerak, Nuning Suryatiningsih mengatakan desakan ini bukan tanpa alasan. Sebab penyusunan draft RUU TPKS sudah dibahas di DPR sejak 2016 namun hingga sekaranng belum juga disahkan. Padahal kasus kekerasan terus terhadap perempuan dan anak terus meningkat.

Seperti di DIY, data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2020 sebanyak 1096 kasus, jumlah meningkat drastis dibandingkan tahun 2019, yakni 198 kasus atau naik 553 persen.

Selain itu, selama pandemi saat aktivitas dibatasi dan kegiatan di rumah secara online kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami kenaikan yang sangat luar biasa. Kekerasan psikis 372 kasus (33,9 persen) fisik 325 kasus (29,6 persen) kekerasan seksual 319 kasus (29,1 persen).

Kekerasan terbanyak di rumah 836 kasus (76,2 persen), di tempat kerja 30 kasus (2,7 persen) dan ditempay lain 230 kasus (20,9 persen). Karena itu kami mendesak DPR segera mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan anggota DPD dari Yogyakarta GKR Hemas. Ia menegaskan RUU TPKS harus segera disahkan. Sebab sudah sangat darurat dan dampaknya sangat luar biasa di masyarakat. 

"Kami dari DPD akan mendesak agar segera disahkan," tandasnya.