Ancam Sebar Foto Telanjang, Pemuda Peras Harta Korban
Hukum & Kriminal

Ancam Sebar Foto Telanjang, Pemuda Peras Harta Korban

Ngaglik,(sleman.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Ngaglik berhasil menangkap seorang tersangka tindak pidana ancaman dan pemeresan dengan kekerasan. Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah buku tabungan BRI, 1 buah handphone Samsung A7 warna hitam, 1 simcard XL dan 1 lembar setoran ke aplikasi Dana atas nama Nurangga Pratama.

Kapolsek Ngaglik, Kompol Anjar Istriani melalui Kanit Reskrim AKP Budi Karyanto mengatakan untuk tersangka diketahui berinisial NPA (20), warga Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Tersangka ditangkap usai adanya laporan polisi dari korban SFZ. 

Dari hasil penyelidikan, akhirnya kami dapat mengidentifikasi tersangka. Tesangka kami tangkap pada Kamis (15/7/2021) sekira pukul 17.00 WIB saat berada di wilayah Jalan Wahid Hasim, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, ucapnya Selasa (20/07/2021).

Budi menambahkan bahwa untuk kejadiannya sendiri terjadi pada Senin (12/7/2021) sekira pukul 12.12 WIB di sebuah toko jejaring sosial Jalan Kaliurang Km 9,5 Kelurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Sebelum kejadian, korban dan tersangka terlebih dahulu berkenalan di media sosial dan hanya komunikasi melalui WhatsApp.  

Dalam komunikasinya tersebut, tersangka pernah meminta foto telanjang kepada korban. Setelah itu keduanya tidak pernah berkomunikasi kembali.

Namun, pada bulan Juli 2021 tersangka kembali menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp 5 juta untuk di transfer ke rekening tersangka. Ternyata permintaan tersebut oleh korban tidak dipenuhi semuanya, korban hanya memberinya Rp 800.000 kepada tersangka.

Saat meminta uang itu, tersangka mengancam kepada korban kalau tidak diberi akan menyebarkan foto telanjang tersebut kepada orang tua korban, kampus, teman-teman korban dan media massa. Korban yang merasa ketakutan, akhirnya melaporkan peristiwa itu kepada kami, cetusnya. 

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka saat ini telah mendekam di ruang tahanan Polsek Ngaglik. Atas kasus ini, tersangka terancam pasal 27 ayat(4) dan pasal 29 UU RI No. 19 tahun 2016 tenteng perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo Pasal 368 KUHP dengan ancaman di atas 9 tahun.