Lakukan Prostitusi, Seorang Terapis Divonis Denda
Hukum & Kriminal

Lakukan Prostitusi, Seorang Terapis Divonis Denda

Sleman,(sleman.sorot.co)--Pengadilan Negeri Sleman menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) atas perkara dugaan pelanggaran praktik prostitusi, Jumat (11/6/2021). Praktik prostitusi tersebut dilakukan oleh seorang terapis berinisial NS (27) asal Jawa Barat di salah satu tempat usaha Massage dan Spa yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar wilayah Kapanewon Ngaglik. 

Plt Kasatpol PP Kabupaten Sleman Susmiarto menceritakan uraian singkat kejadian Rabu (2/6/2021) dimana saat itu 6 orang anggota Satpol PP Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan operasi nonyustisi dalam rangka penegakan Perda. Sekira pukul 12.50 WIB, petugas tiba di tempat usaha pijat dan spa berinisial A yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 6,5, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Setelah sampai, kami langsung melakukan pemeriksaan dan mengecek kamar-kamar atau bilik-bilik yang ada. Seluruhnya ada 5 kamar. Saat melakukan pengecekan tersebut, di salah satu bilik, kami memergoki langsung adanya seorang terapis inisial NS (27) tengah melakukan hubungan badan layaknya hubungan suami istri dengan seorang laki-laki berinisial RA (30), ujarnya Jumat (11/6/2021).

Saat itu, keduanya melakukan hubungan badan tanpa mengenakan pakaian. Mengetahui hal itu, petugas langsung mengamankan keduanya.  

Selain mengamankan keduanya, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 buah kondom merk Fiesta warna merah, 2 buah foto adegan hubungan badan dengan tamu laki-laki, 1 buah bantal tidur warna merah, 1 sprei tempat tidur warna merahm ukuran 200 x 120 cm dan 1 potong jarik warna coklat ukuran 1 x 2 meter.

Atas perbuatannya, hakim tunggal Ika Wati, menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti melanggar Pasal 37 huruf a juncto Pasal 79 Ayat (6) Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Pasal 37 huruf a berbunyi setiap orang dilarang  menjalankan praktik prostitusi. Vonis hukuman yang dijatuhkan berupa denda sebesar Rp 750.000,00 subsider 7 hari kurungan, tutupnya.