Ujaran Negatif Soal KRI Nanggala, Oknum Polisi Sleman Diduga Tidak Normal
Hukum & Kriminal

Ujaran Negatif Soal KRI Nanggala, Oknum Polisi Sleman Diduga Tidak Normal

Depok,(sleman.sorot.co)--Kasus yang menimpa salah satu oknum polisi di Polsek Kalasan, Polres Sleman, berlanjut. Perkara yang sebelumnya ditangani Polda DIY saat ini diambil alih oleh Mabes Polri.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto mengatakan untuk yang bersangkutan yakni Aipda FI rencananya pada Selasa (27/4/2021) akan dibawa ke Mabes Polri. Jadi, kasus ini akan ditangani oleh Propam Mabes Polri dan Bareskrim Polri.

Polda DIY, dalam hal ini Direktorat Kriminal Khusus sudah memeriksa 3 orang. Untuk propam Polda DIY sampai tadi malam sudah memeriksa 7 orang terkait peristiwa itu, jelasnya saat ditemui di Polda DIY, Selasa (27/4/2021).

Setelah semuanya lengkap, tambah Yuliyanto, untuk berkasnya kemudian akan diserahkan ke penyidik Mabes Polri. Baik itu penyidik dari Bareskrim maupun dari Propam Mabes. 

Yuliyanto menambahkan bahwa menurut pendapat secara pribadi, kalau mempunyai pikiran normal, pasti tidak akan menghujat seperti itu. Pasti pada saat itu, kondisinya sedang tidak normal. 

Terkait yang bersangkutan itu mempunyai gangguan kejiwaan atau tidak, kemarin yang Aipda FI sudah dilakukan pemeriksaan oleh psikologi. Tetapi untuk hasilnya belum keluar. Kalau di Krimsus Polda DIY, FI menjadi calon tersangka. Tetapi karena prosesnya diambil Mabes Polri, maka nanti yang menentukan dari Mabes Polri, tandasnya.

Usai peristiwa itu, Polres Sleman selaku pimpinan yang bersangkutan mendatangi Lanal Yogyakarta untuk menyampaikan permohonan maaf atas perilaku yang dilakukan oleh anggotanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa oknum personel polisi Aipda FI dari Polsek Kalasan ditangkap usai berkomentar miring soal tragedi tenggelamnya kapal Nanggala-402 di perairan Bali. Dalam unggahannya, Aipda FI mempertanyakan masyarakat yang dianggap terlalu menyoroti insiden tenggelamnya kapal Nanggala-402. FI mengaku heran masyarakat banyak yang menangisi insiden tersebut. 

Matioo coook, saya hidup di Indonesia sampe saat ini susah kekurangan kesukaran. Ngopo kru kapal kyoo ngono di tangisi. Urus sendiri urusanmu,” tulis FI dalam unggahannya di Facebook.