Rekonstruksi Tewaskan Bocah 4 Tahun, Pelaku Kesal Korban Mirip Bapaknya
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Tewaskan Bocah 4 Tahun, Pelaku Kesal Korban Mirip Bapaknya

Minggir,(sleman.sorot.co)--Polres Sleman menggelar Rekontruksi pembunuhan terhadap kematian seorang anak bernama Alfansa Febri Nugroho (4,5), Senin (28/9) siang. Reka adegan tersebut dilakukan di tempat kejadian perkara di Dusun Minggir 3, Desa Sendangangung, Kecamatan Minggir.

KBO Reskrim Polres Sleman Iptu Sri Pudjo mengatakan, dalam proses rekontruksi tersebut tersangka JRT (26), warga Kecamatan Sleman, memperagakan 14 adegan. Adegan pertama dimulai saat korban Alfansa Febri Nugroho bersama dengan tersangka JRT di dalam rumah lokasi kejadian. Saat itu, ibu korban sedang bekerja di sebuah rumah makan tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Penganiayaan sendiri dilakukan saat korban Alfansa Febri Nugroho ingin pergi ke kamar mandi. Namun karena kakinya bengkak sehingga digendong oleh kakaknya jatuh di dekat kamar mandi. Setelah jatuh itu, tersangka JRT justru memukul menggunakan balok kayu dan di dengkul. 

Penganiayaan dilakukan karena tersangka JRT merasa jengkel karena wajah korban mirip dengan wajah mantan suami dari ibu korban,” jelasnya saat ditemui usai rekontruksi.

Berdasarkan keterangan informasi dari JRT sudah melakukan penganiayaan kepada anak-anak selingkuhannya selama dua tahun. Penganiayaan dilakukan saat ibu dari anak-anak itu  sedang bekerja.  

Atas perbuatannya tersebut, JRT terancam Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 ayat 3 KUHP jo 333 KUHP  tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, ancaman 12 tahun penjara.

Sementara itu pengacara tersangka, Arkiam Bin Francis SH menambahkan bahwa perbuatan kliennya tersebut merupakan kejahatan yang luar biasa. Bahkan, penganiayaan itu dilakukan di depan kakak korban sendiri. 

Arkiam menambahkan, kakak korban beberapa kali mendapatkan penganiayaan juga. Sehingga atas perbuatan tersangka, kakak korban hingga saat ini mengalami trauma yang sangat luar biasa sehingga tidak bisa diajak komunikasi. 

Perbuatan tersangka ini sangat sadis, ini kejahatan yang luar biasa karena dilakukan terhadap anak. Meskipun begitu kami sebagai penasihat hukum tetap akan mengawal hingga proses persidangan, pungkasnya.