Bawa Lari Sepeda Motor, Warga Kulon Progo Diamankan
Hukum & Kriminal

Bawa Lari Sepeda Motor, Warga Kulon Progo Diamankan

Ngemplak,(sleman.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Ngemplak berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana penggelapan. Pelaku tersebut diketahui berinisial S (35), warga Dusun Balak, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. 

Kapolsek Ngemplak, Kompol Wiwik Tri Hastuti melalui Panit I, Ipda Sagimin menjelaskan pelaku diamankan pada Jumat (15/05) sekitar jam 08.00 WIB karena melakukan penggelapan sepeda motor Yamaha bernomor polisi AB 3679 UU warna biru milik Edi Dwi Parulian (25), warga Dusun Jaranan, Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Kejadian tersebut diketahui Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. 

Untuk kejadiannya sendiri terjadi pada Senin (16/3) sekitar pukul 15.00 WIB, ucapnya Jumat (22/05/2020).

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban yang bekerja sebagai karyawan sopir ternak ayam milik saksi Slamet Watono (44), warga Desa Kentingan, Dusun Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Pada hari Minggu (15/03) sekitar pukul 21.00 WIB, korban disuruh saksi untuk mengirim ayam ke Cebongan menggunakan truk.  

Pada saat melintasi Jalan Piyungan, tepatnya Senin (16/03) sekira 04.00 WIB terjadi kecelakaan lalu lintas. Atas kejadian laka lantas itu, korban menyelesaikan urusan kecelakaan dengan mengganti rugi material sebesar Rp 5.000.000 kepada korban. Namun saat itu korban tidak membawa uang maka akan dibayar pada pukul 15.00 WIB.

Saat itu, korban menyuruh kepada pelaku untuk menyerahkan uang ganti rugi kepada korban kecelakaan. Pelaku menyerahkannya menggunakan sepeda motor milik korban, ternyata oleh pelaku justru tidak diserahkan dan sepeda motor milik korban dibawa lari. Atas kejadian itu, korban langsung melapor ke Polsek Ngemplak,” lanjutnya.

Petugas yang mendapati adanya laporan, berusaha untuk melakukan pengungkapan atas kasus itu. Namun, pelaku tidak berhasil ditangkap-tangkap karena pelaku selalu berpindah-pindah.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkas Ipda Sagimin.