Beraksi Tujuh Kali, Pelaku Curat Akhirnya Diringkus Polisi
Hukum & Kriminal

Beraksi Tujuh Kali, Pelaku Curat Akhirnya Diringkus Polisi

Turi, (sleman.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Turi berhasil menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Pelaku berinisal EK (23) warga Jalan Celincing, Kelurahan Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pelaku ditangkap pada Jumat (17/01) di rumah kontrakan di Dusun Bangunsari, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo mengatakan, pelaku dibekuk usai mengambil dompet milik korban Novita Tri Utami (22) warga Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman. Peristiwa terjadi pada Jumat (17/01) di Jalan Turi - Tempel, tepatnya di Depan Kantor Bank BPD DIY sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian bermula ketika korban hendak menuju ke ATM Bank BPD Turi menggunakan kendaraan bermotor Vario dari arah selatan. Saat melintas, tiba-tiba melintas sepeda motor Vario yang dikendarai oleh pelaku.

Saat berada di depan kantor Bank BPD, korban dipepet oleh pelaku sehingga korban ketakutan. Seketika itu pula, pelaku langsung mengambil dompet korban yang berada di dasbor sebelah kiri.

Usai berhasil mengambil dompet milik korban, pelaku melarikan diri menuju arah utara, sedangkan korban ditinggal sendirian. korban yang masih merasa trauma atas kejadian tersebut segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Turi.

Petugas yang mendapati adanya laporan, langsung melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan korban dan saksi.

Dari hasil penyelidikan tersebut, korban ternyata mengetahui ciri-ciri sepeda motor yang digunakan oleh pelaku pada saat kejadian. Berdasar keterangan itu, pelaku berhasil diketahui dan dilakukan penangkapan.

"Selain menangkap pelaku, kita amankan beberapa barang bukti berupa dompet warna biru milik korban, sepeda motor Vario nomor polisi AB 3741 XE yang dipakai pelaku dan uang tunai Rp 45.000," terang Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan petugas terhadap pelaku, ternyata pelaku telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polsek Turi sebanyak 7 kali. Pelaku mulai beraksi pada awal Desember 2019 hingga terakhir tanggal 17 Januari 2020 kemarin. 

"Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 365 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," tutup AKP Catur Widodo.