Satu Pelaku Penganiayaan Suporter PSS Sleman Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Satu Pelaku Penganiayaan Suporter PSS Sleman Dibekuk Polisi

Mlati,(sleman.sorot.co)--Jajaran Polsek Mlati mengamankan pemuda berinisial YW (25), warga Sanggrahan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, pada 30 Desember 2019. Bersama DR (17), rekannya yang masih buron, YW diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan terhadap korban Satriyo Nur Budi Wibowo (19), warga Dusun Kutu Raden, RT 08 RW 15 Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Nur Dwi Cahyanto, mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan penyelidikan yang dilakukan petugas dan pemeriksaan beberapa saksi yang mengetahui peristiwa penganiayaan tersebut. Dalam pemeriksaan tersebut, salah satu saksi mengenali ciri-ciri pelaku. Salah satu pelakumengenakan jamber berwarna hitam, depan bertuliskan SM2G berwarna putih dan menggunakan sepeda motor honda beat warna hitam.

Dari ciri-ciri itulah, kami akhirnya berhasil menangkap pelaku. Motif pelaku yakni menyerang suporter PSS, sedangkan pelaku merupakan oknum supporter PSIM,” ujarnya, Senin (6/1).

Dijelaskan, aksi penganiayaan sendiri terjadi pada 15 Juni 2019 malam sekitar pukul 23.30 WIB di Jembatan Selokan Mataram Dusun Kutu Asem, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati. Sebelum kejadian, korban bersama dua orang temannya tengah asyik ngobrol. Dua teman korban kemudian pergi ke warung untuk membeli minuman, sehingga korban sendirian di jembatan tersebut. 

Tak lama kemudian, korban yang sedang duduk sendirian sambil bermain HP didatangi kedua pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Pelaku DR turun mendekati korban sambil menanyakan dalam bahasa jawa ‘mas kowe PSS opo PSIM’ dan korban menjawab ‘koe lak yo rasta tho’. Mendengar jawaban tersebut pelaku DR lantas mengeluarkan sajam berupa bayonet dan menusuk korban sebanyak 1 kali di bagian perut. Pelaku lantas pergi berboncengan ke arah barat Jalan Selokan Mataram. Teman korban yang melihat kejadian itu berusaha mengejar tetapi pelaku tidak berhasil tertangkap,” jelas Kanit Reskrim.

Penangkapan terhadap pelaku memakan waktu cukup lamakarena korban sempat koma dan menjalani perawatan di rumah sakit selama 1,5 bulan. Selanjutnya, perawatan selama 2 bulan lebih. Sepulang dari rumah sakit, korban belum bisa dimintai keterangan hingga oetugas harus menunggu korban benar-benar pulih ingatan dan kesehatannya.

Setelah cukup sehat, kami meminta keterangan korban secara pelan-pelan. Sambil kita cocokkan dengan keterangan saksi mendasari atas jamper yang dipakai oleh salah satu pelaku. Sehingga waktu kurang lebih 6 bulan baru bisa di indentifikasi pelakunya,” tambahnya.

Selain menangkap pelaku, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor honda beat warna hitam nomor polisi AB 4103 ZG dan 1 jamper warna hitam depan ada tulisan SM2G berwarna putih. Pelaku akan dijerat pasal 350 ayat 2 57 ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Sedangkan pelaku utama penusukan DR, hingga saat ini masih dalam kejaran petugas.