Tak Terima Disebut Benalu Ekonomi, IKBMY Polisikan Pedagang di Malioboro
Hukum & Kriminal

Tak Terima Disebut Benalu Ekonomi, IKBMY Polisikan Pedagang di Malioboro

Depok,(sleman.sorot.co)--Keluarga Besar Minang Yogyakarta (IKBMY) melaporkan seorang pedagang di kawasan Malioboro berinisial BS (47) ke polda DIY, Sabtu (10/8/2019). BS, pedagang kerajinan itu dituduh telah menyebarkan video berisi fitnah serta ujaran kebencian yang merugikan anggota IKBMY yang juga berjualan di kawasan Malioboro.

Tim Kuasa Hukum IKBMY, Armen Dedi Zulfikri Sofyan SH mengatakan, fitnah serta ujaran kebencian itu berbentuk video dan beredar di WA grup. Dalam video tersebut, BS yang tengah berada dalam mobil ngobrol bersama sopir mengenai kondisi Malioboro.

Dalm video itu BS menyinggung keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menggelar dagangannya di trotor Malioboro, termasuk di depan toko miliknya. Percakapan yang dinilai sebagaiujaran kebencian yakni yang menyebut para pedagang warga Padang adalah perampok, benalu ekonomi dan teroris.

"Setelah selesai membuat video, terlapor kemudian menyebarkan video tersebut melalui Grup WA para pemilik toko sepanjang Jalan Malioboro hingga Ahmad Yani Yogyakarta," ucapnya Sabtu (10/8).

Para PKL mengetahui videa tersebut karena salah satu anggota IKBMY yang masuk dalam grup WA tersebut. Karena tak terima dan tersinggung, akhirnya IKBMY melaporkan BS ke Polda DIY. BS diduga telah melanggar Pasal 156 KUHP jo pasal 28 ayat 2 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE. 

"Terkait adanya kasus tersebut, kami meminta Kapolda DIY untuk turun tangan menyelesaikan agar segera di proses hukum," ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, BS membantah telah melakukan ujaran kebencian kepada warga Padang di Yogyakarta. Ia mengkau sekedar membuat video untuk kalangan sendiri dengan semangat mengembalikan Malioboro seperti dulu.

"Seharusnya itu yang dilaporkan yang mengedarkan. Namun begitu, saya akan siap mengahadapi," katanya.