Polda DIY Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan di Depok
Hukum & Kriminal

Polda DIY Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan di Depok

Depok,(sleman.sorot.co)--Jajaran Ditreskrimsus Polda DIY menggerebek sebuah rumah produksi miras oplosan di Kampung Samirono Baru, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, pada 3 Juli 2019. Petugas berhasil mengamankan peracik sekaligus barang bukti miras siap jual dan bahan-bahan pembuat serta peralatan memproduksi miras.

Direktur Ditreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Toni Surya Putra, mengungkapkan, identitas peracik sekaligus pengedar miras tanpa izin yakni pemuda berinisial RD (31). Sebelum melakukan penggerebekan, petugas melakukan pengamatan dan pengintaian selama beberapa hari di sekitar rumah RD.

Berkat informasi yang masuk, tim kita kemudian melakukan penyelidikan kepada yang bersangkutan dari lokasi domisili tempat dia membuat miras tersebut. Beberapa hari dipantau, kemudian kita melakukan penggerebekan di lokasi tersebut, dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan miras siap edar sebanyak 20 botol,” ungkapnya, Rabu (11/7).

Dijelaskan, pelaku meracik miras dengan mencampur beberapa bahan seperti alkohol murni, lemon, gula pasir dan air mineral. Selanjunya, dikemas ke dalam botol dan diberi label dan stiker merk miras county (miras merk luar negeri) dan dipasarkan melalui online baik facebook maupun instagram. Pelaku menjual miras hasil racikannya dengan harga Rp 160 ribu per botol. 

Kombes Pol Toni Surya Putra menambahkan, DR sudah meracik miras oplosan bermerk impor itu sejak lima bulan yang lalu. Pelaku mengaku belajar meracik sendiri miras tersebut dari internet. Diduga kuat, pelaku juga sudah pernah mengkonsumsi miras merk tersebut sehingga dapat membandingkan rasa miras yang asli dan hasil racikannya.

Praktik penjualan miras ini sudah berjalan cukup mulus, sehingga hasilnya cukup lumayan. Alhamdulillah tim kita berhasil mengungkap sehingga ini tidak terus beredar di wilayah Jogja, bahkan ini bisa beredar di luar jogja karena dijual secara online,” terangnya.

Dari hasil penggerebakan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 20 botol miras hasil racikan, 6 botol kosong, label merk miras, stiker, derigen bekas alkohol, kulit lemon, gula pasir, toples, handphone dan uang tunai Rp19,8 juta.

Sementara itu, tersangka akan dijerat pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. Kemudian pasal 142 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp 4 miliar.