Silaturahmi ke Kediaman Buya Safii, Menhan Ryamizard Tak Bicara Soal Politik
Peristiwa

Silaturahmi ke Kediaman Buya Safii, Menhan Ryamizard Tak Bicara Soal Politik

Gamping,(sleman.sorot.co)--Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bertandang ke kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Safii Maarif (Buya Safii) di Perumahan Nogotirto Elok, Jalan Halmahera D76, kecamatan Gamping, Selasa (11/6/2019) pagi.

Didampingi Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Menhan tiba di rumah salah satu tokoh bangsa ini, sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangannya langsung disambut Buya dan selanjutnya mereka melakukan pertemuan tertutup selama hampir 2 jam.

Ditemui usai pertemuan, Menhan Ryamizad Ryacudu mengungkapkan, kedatangannya ke rumah Buya untuk bersilaturahmi karena masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Ia menegaskan, tidak ada perbincangan soal politik dalam pertemuan itu dan hanya membicarakan tentang agama dan moral bangsa Indonesia.

Tidak ada (bicara) soal politik, (bicara) masalah agama dan masalah moral. Kita prihatin kalau situasi kedepan itu memburuk, tetapi insyaallah tidak terjadi dan mudah-mudahan pihak-pihak tertentu tahu apa yang harus dilaksanakan. Ini kan sesama bangsa Indonesia juga, kalau bangsa ini berantakan kan yang rugi bangsa ini juga. Jadi mari kita menjadi bangsa yang baik,” paparnya.

Saat disinggung mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat kerusuhan 21 dan 22 Mei, Jenderal Purnawirawan ini enggan berkomentar karena berbau politik. Ia menegaskan, Negara Indonesia merupakan Negara hukum, sehingga hukum adalah panglima tertinggi dan semua kalangan harus mentaati hukum yang berlaku. 

Sementara itu, Buya mengatakan, dirinya sangat menyambut positif silaturahmi yang dilakukan oleh Menhan Jenderal Ryamizard Riyacudu. Menurutnya, Menhan merupakan sosok orang yang baik dan mantan TNI yang selalu membela negara. Kendati banyak rekan sejawatnya terjun ke dunia politik, namun dia lebih mengutamakan urusan bangsa dan Negara.

Saya rasa dia (Menhan) memang tentara betul, jadi dia tidak mau ke politik dan hanya bela Negara. Dia riil prajurit ya orang seperti ini, pedomannya kepentingan Negara. Jadi jangan membawa Negara untuk ke politik tetapi politiknya politik pragmatisme, merusak itu,” katanya.

Menanggapi banyaknya penangkapan tokoh ataupun mantan TNI, Buya menegaskan, setiap anggota TNI yang sudah purna merupakan masyarakat sipil dan berlaku hukum sipil. Menurutnya, semua warga Negara sama di depan hukum, sehingga siapapun yang bersalah harus bertanggungjawab di depan hukum.