Bripka Toni, Pak Polisi Penjual Cilok di Jalan Raya Tajem Maguwoharjo
Gaya Hidup

Bripka Toni, Pak Polisi Penjual Cilok di Jalan Raya Tajem Maguwoharjo

Depok,(sleman.sorot.co)--Sepintas tak ada yang istimewa pada gerobak cilok yang setiap sore mangkal di Jalan Raya Tajem Km 2, Maguwoharjo Kecamatan Depok. Penjual cilok ini menjajakan dagangan cilok, tahu bakso dan pentol bakso seperti pedagang cilok pada umumnya. Namun siapa sangka, penjual cilok yang diberi nama ‘Cilok 86 Jogja Istimewa’ ini merupakan anggota kepolisian Polda DIY.

Ia adalah Bripka Toni Purwanto (39), anggota kepolisian yang bertugas di Sub Bagian Humas di Mapolda DIY. Ia yang tinggal di Sambisari RT 3/RW 2 no 29 Purwomartani Kalasan itu, juga menggeluti usaha jualan cilok sejak Maret 2018. Bripka Toni, asli warga Manisrenggo Klaten ini, membuka lapak ciloknya setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB tepat di depan Kantor BRI Maguwoharjo.

Ia berkisah, berjualan cilok berawal dari kesukaannya terhadap makanan bulat berbahan campuran tepung dan daging tersebut. Setiap pulang kantor ia selalu menyempatkan diri untuk membeli cilok untuk ia bawa pulang dan dinikmati bersama keluarga. Kemudian, terbesit niat untuk membuat cilok sendiri dan menjualnya sebagai penghasilan tambahan keluarga di samping menjadi anggota Polri.

Saya memang suka dengan cilok dan hampir setiap hari saya membeli cilok dari pedagang keliling. Dari situlah saya berpikir mengapa untuk tidak membuatnya dan menjualnya. Dan ternyata niat saya didukung oleh anak dan istri saya. Lumayan untuk tambahan penghasilan,” ujar Bripka Toni, ditemui di lapaknya, Selasa (10/7).

Ia mengaku, setiap hari mampu menjual cilok hingga 2.000 pcs dagangannya. Untuk cilok dihargai dengan Rp 1.000 untuk 3 pcs, dan Rp 500 untuk 1 pcs tahu bakso dan pentol bakso. Dalam sekali berjualan, ia mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 400-500 ribu. 

Lebih jauh dikatakan, meski mempunyai kesibukan lain yakni berjualan cilok, namun itu tidak mengganggu ketugasannya sebagai anggota kepolisian. Karena kesibukan berjualan cilok ia lakukan setelah lepas tugas dinas di kantor. Untuk memproduksi Cilok 86 Jogja Istimewa, setiap hari ia dibantu istri dan satu orang karyawannya.

Saya tidak malu berjualan cilok. Selain mendapat dukungan dari keluarga, pimpinan di kantor juga tidak melarang. Dengan catatan harus mengutamakan tugas sebagai anggota Polri. Sambil berjualan saya juga menyampaikan program kepolisian kepada pelanggan, seperti pentingnya menjaga kamtibmas dan progam lainya,” tuturnya.

Sebelum bertugas di Polda DIY, Bripka Toni yang masuk menjadi anggota Polri sejak 2006 ini juga sempat bertugas dinas di Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya.