Pengemudi Jazz Dihentikan Polisi, Bercita-cita Jadi Polwan
Sosial

Pengemudi Jazz Dihentikan Polisi, Bercita-cita Jadi Polwan

Seyegan,(sleman.sorot.co)--Jajaran Polda DIY memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus pengemudi jazz yang menolak diperiksa saat hendak masuk di Mapolda pada Selasa 3 Juli 2018. Kasus tersebut tidak dilanjutkan lantaran pengemudi jazz nopol AB 1979 U, Any Sulistyowati, warga Grajegan, Margokaton Kecamatan Seyegan, diketahui mempunyai gangguan kejiwaan.

Ditemui di kediamannya, ibunda dari Any Sulistyowati, Siti Supartini, mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan terkait penghentian pemeriksaan terhadap anaknya tersebut. Saat ini, kondisi Any sudah mulai membaik dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Grasia Pakem. Ani sendiri sudah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Sudah distop (perkara) karena kejiwaan to? Dan sudah empat kali di Rumah Sakit Grasia (dirawat), sudah baik,” ungkapnya, Jumat (5/7).

Kendati enggan menjelaskan permasalahan yang dihadapi anaknya, Siti mengungkapkan, kondisi anaknya sempat labil karena adiknya menikah lebih dulu. Selain itu, gangguan kejiwaan juga dimungkinkan karena faktor lain yakni riwayat sejarah keluarga yang memiliki benda-benda pusaka. 

Dia memang sakit jiwa karena dilangkahi adiknya dan terkena ‘lemparan’. Kakek saya dulu katanya adalah seorang prajurit penasehat Pangeran Diponegoro yang memiliki pusaka-pusaka. Mbak Any ini tidak kuat ketempatan pusaka itu,” terangnya.

Siti juga menjelaskan, semasa kehamilan Any, ia mengalami gangguan dan pendarahan namun tetap dipertahankan dengan pemberian obat-obat yang berdosis keras. Sehingga, berpengaruh terhadap perkembangan hormon tertentu pada bayi (Any). Sedangkan kedatangannya ke Polda DIY sendiri diperkirakan karena kesukaannya terhadap kepolisian.

Ke Polda itu, dia dulu ingin menjadi Polwan, jadi ngefansnya sama polisi-polisi. Dulu cita-citanya jadi polwan tapi saya tidak boleh karena anak perempuan satu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Any Sulistyowati yang mengemudikan mobil Honda Jazz menolak diperiksa oleh petugas di pos penjagaan pintu masuk Polda DIY. Tak hanya menolak, AS justru melarikan diri dari Polda DIY hingga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas. AS berhasil dihentikan di depan SMP 1 Seyegan setelah petugas dapat melumpuhkan kendaraan dengan peluru.