Ojek Online Ikut Aksi Pengejaran Pengemudi Jazz Mencurigakan di Polda DIY
Peristiwa

Ojek Online Ikut Aksi Pengejaran Pengemudi Jazz Mencurigakan di Polda DIY

Sleman,(sleman.sorot.co)--Jajaran Polda DIY mengamankan seorang perempuan berinisial AS, pengemudi mobil jazz yang menolak diperiksa di pos panjagaan pintu masuk Mapolda, Selasa (3/7) siang. Petugas terpaksa menangkap perempuan itu dengan mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan karena pelaku bertingkah mencurigakan dan melarikan diri saat akan diperiksa.

Menurut saksi mata seorang pengemudi ojek online Winto Lerianto (36), ia ikut dalam aksi pengejaran terhadap AS. Ia yang sedang melintas di depan Mapolda DIY diminta untuk memboncengkan salah satu anggota kepolisian untuk mengejar mobil jazz yang dikemudikan AS.

Saya sedang lewat ke Jalan Babarsari, seorang petugas kepolisian langsung meminta saya untuk mengejar mobil itu,” ucapnya ditemui di Tempat Kejadian Perkara.

Ia mengatakan, ada empat kendaraan yang mengejar AS yakni 2 unit sepeda motor patroli, 1 unit mobil patroli Polda DIY dan dirinya dengan memboncengkan satu anggota polisi. AS yang tahu dikejar petugas, justru masuk ke jalur lambat dan putar balik di depan Universitas Pembangunan Nasional (UPN). 

Sesampainya di perempatan Hartono Mall, mobil tersebut ditembak pada bagian ban tetapi masih bisa menghindar dan terus melaju. Di perempatan Jalan Kaliurang, petugas kepolisian turun mengeluarkan tembakan peringatan kembali, namun mobil masih bisa meloloskan diri. Kemudian di perempatan Jalan Monjali, 2 motor patroli yang menghadang malah ditabrak dan mobil kembali meloloskan diri.

Sesampainya di depan UTY, roda sebelah kiri lepas. Karena pada roda tersebut terkena tembakan petugas. Sampai Perempatan Kronggahan, pengemudi berbelok ke arah kanan hingga akhirnya sampai di depan SMP 1 Seyegan, mobil berhasil dihentikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengungkapkan, AS (41) diketahui merupakan warga Grajegan Margokaton, Kecamatan Seyegan. Sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, perempuan ini akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Grasia, Pakem, karena mengalami gangguan jiwa. AS yang mengemudikan mobil Honda Jazz warna silver nopol AB 1979 U AS juga diketahui sebagai pegawai di kantor wilayah pajak DIY.

Saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Grasia, Pakem, karena mengalami gangguan jiwa. Permpuan itu juga merupakan pasien di Sakit Grasia. Jadi bukan Teroris,” jelas AKBP Yulianto.