UGM Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Kerusuhan Mako Brimob Asal Magelang
Sosial

UGM Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Kerusuhan Mako Brimob Asal Magelang

Depok,(sleman.sorot.co)--Insiden kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat pada Selasa 8 Mei 2018, yang menewaskan anggota Brimob masih terngiang dalam ingatan massa. Salah satu anggota yang gugur dalam menjalankan tugasnya ialah, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho yang merupakan Alumnus Sekolah Vokasi UGM. Pada Jumat (22/06/2018), alumni UGM yang tergabung dalam Kagama Virtual memberikan santunan kepada keluarga Brigadir Polisi Luara Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho.

Nampak Rektor UGM bersama jajaran civitas akademik serta dari Sekolah Vokasi UGM menyambut hangat kedatangan keluarga dari Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho. Keluarga yang hadir ialah Ibu Kandung Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy, beserta istri almarhum dan putri kecilnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan, Kagama Virtual tergerak memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan karena korban merupakan alumnus UGM yang gugur dalam tugasnya. Brigadir Polisi Luara Biasa Anumerta Fandy telah meninggalkan seorang istri dan putri. Namun yang utama adalah, pihak UGM ingin memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Karena perjuangan beliau (Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho) yang luar biasa di dalam mengakkan kebenaran melawan terorisme yang merupakan anggota Densus 88 sehingga tergerak meberikan santunan beliau meninggalkan istri dan anak tentu membutuhkan perhatian dalam hal ini dana walaupun sedikit kami mengoleksi," ungkap Panut.

Brigadir Polisi Luara Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho adalah mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2007 dan telah merampungkan studinya di tahun 2010. Almarhum dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berkegiatan di dalam organisasi mahasiswa. Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai mahasiswa militan selama masa perkuliahannya. 

Dekan Sekolah Vokasi (UGM) Wikan Sakarinto juga menuturkan bahwa Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho semasa belajar di Sekolah Vokasi UGM merupakan mahasiswa yang aktif mengkritisi banyak hal.

"Seingat saya beliau mahasiswa berprestasi akademik dan aktivis, kritis dia dulu soal sekolah vokasi dulu masih muda, 2009 baru lahir kurangnya masih banyak. Kami terima kritikannya kami perbaiki," jelas Wikan.

Selain itu, Ibu Kandung Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho yang juga merupakan anggota polisi menuturkan ia juga berterima kasih kepada UGM telah membantu dalam bentuk moril untuk membuatnya semakin tabah. Ia juga menceritakan beberapa hal soal putranya.

AKBP Jumiati yang bertugas di Polres Magelang, menyampaikan bahwa putranya sejak usia dini memimpikan profesi menjadi polisi. Hingga selepas lulus SMA putranya mencoba memberanikan diri mendaftar namun belum lolos seleksi. Hingga kesempatan berpihak pada putranya selepas lulus dari Sekolah Vokasi UGM.

Putranya yang sejak 1988 tinggal di Magelang, melihat sosok ibunya sebagai polwan, dirasa oleh Jumiati menjadikan putranya memimpikan ingin menjadi anggota polisi. Diawal ia juga menyampaikan ke almarhum, bahwa tugas menjadi polisi selalu berat.

"Sebenernya pendidikan Fandy bukan langsung pendidikan khusus Densus 88, dia di Bintara Binmas dulu, pendidikan di Lido Jakarta. Kebetulan di Lido memdapat ranking diambil oleh Densus 88," tutur Jumiati.

Dengan kejadian yang menimpa putranya, Jumiati mengaku ikhlas menerima cobaan. Karena ia paham betul tugas sebagai polisi memang seperti ini. Ia berharap rekan di Densus 88 tetap berjuang memerangi terorisme.