Menerbangkan Balon Udara Dapat Diancam Hukuman 2 Tahun Penjara
Hukum & Kriminal

Menerbangkan Balon Udara Dapat Diancam Hukuman 2 Tahun Penjara

Depok,(sleman.sorot.co)--Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) Cabang Yogyakarta, mendeteksi terdapat puluhan balon udara yang berada di jalur penerbangan pesawat komersial di sekitar Bandara Internasional Adisujtipto Yogyakarta. Balon-balon udara tersebut diterbangkan oleh sebagian masyarakat dalam perayaan Lebaran 2018.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta Nono Sunaryadi, mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menerima sebanyak 20 laporan dari pilot yang melihat balon udara liar. Balon-balon udara itu berada di kawasan udara wilayah Wonososbo, Kebumen, Magelang, Wonosari Gunungkidul dan Piyungan Bantul.

Sampai hari ini sudah ada 20 laporan dari pilot yang melihat balon udara liar. Jamnya rata-rata pagi dan sore. Yang sudah turun kita ketemukan ada 2 balon, kemudian yang disita oleh aparat di Wonosobo ada 6 balon udara. Kemudian ada sekitar 20 diamankan terlebih dahulu untuk festival tanggal 19 nanti,” ujar Nono Sunaryadi, dihubungi Minggu (17/6).

Ia menambahkan, keberadaan balon-balon udara itu dinilai sangat membahayakan bagi keselamatan penerbangan. Terlebih balon-balon udara tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga jika mengenai mesin pesawat terbang akan menyebabkan kerusakan yang cukup fatal. Pasalnya, mesin pesawat mempunyai daya hisap 80 persen dan 20 persen daya dorong. 

Balon udara dengan diameter 7 meter, kalau masuk ke mesin pesawat bisa menyebabkan mesinnya terbakar dan pesawatnya jatuh. Kalau pesawat boing series jumlah penumpang sekitar 170 orang, kemudian kalau jatuh di pemukiman yang padat, berapa banyak lagi korban yang akan terjadi. Sehingga balon udara ini sangat berbaya,” ujar Nono Sunaryadi, dihubungi Minggu (17/6).

Sedangkan jika balon udara mengenai pada radar bagian belakang pesawat, maka pesawat tidak dapat dikendalikan. Jika menutupi pitot pesawat, maka untuk indicator instrument ketinggian itu tidak dapat terdeteksi, sehingga pilot tidak dapat mengubah ketinggian pesawat.

Dengan banyaknya masyarakat yang menerbangkan balon udara tersebut, pihak AirNav sendiri telah melakukan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Pihaknya meminta mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penerbangan balon udara agar ditambatkan. Sesuai dengan aturan penerbangan, balon udara dibatasi ukuran maksimal tinggi 7 meter, lebar 4 meter dan ditambatkan dengan ketinggian dari tanah 150 meter.

Bagi masyarakat yang ingin menerbangkan balon udara silahkan mengajukan izin ke Pemda, AirNav dan kepolisian. Tentunya dengan aturan yang berlaku. Bagi yang melanggar peraturan penerbangan sesuai dengan UU nomor 1 Tahun 2009, akan diancam hukuman 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta,” tandasnya.