Amankan Libur Lebaran, Polda Waspadai Kemacetan di Jalur Wisata
Peristiwa

Amankan Libur Lebaran, Polda Waspadai Kemacetan di Jalur Wisata

Depok,(sleman.sorot.co)--Guna untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang datang ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jajaran Polda DIY akan menerjunkan ribuan personelnya. Pengamanan yang dilakukan kali ini akan meliputi beberapa aspek di antaranya kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kelangkaan sembako, bencana, dan jalur-jalur wisata.

Jumlah personel yang akan kita terjunkan dalam pengamanan kali ini yakni 4700 personel. Namun jumlah segitu, Polri nantinya hanya 2700 personel saja, untuk yang lainnya akan melibatkan TNI, Instansi Pemerintah serta warga masyarakat,” ujar Kapolda DIY Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, usai Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran, Rabu (6/6/2018).

Untuk jalur-jalur rawan, pihak Polda DIY juga sudah memetakan yakni di jalur-jalur wisata yang sering dilalui seperti di Gunungkidul, Dlingo Bantul, Breksi Sleman dan Kali Biru Kulon Progo. Selain itu, sejumlah ruas jalan yang mempunyai tanjakan dan sempit juga menjadi prioritas pengamanan. 

Selain itu, kawasan pantai juga akan menjadi prioritas karena tipikal pantai selatan itu ada palung dan kemudian juga ini cuaca dingin dan biasanya ubur-ubur beracun itu keluar. Untuk mengantisipasinya, kami sudah bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk menyiapkan obatnya guna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan,” tandas Kapolda.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan bahwa untuk bentuk kriminalitas tetap harus diwaspadai. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah dalam terhadap potensi kejahatan.

Sedangkan untuk potensi kemacetan, pihaknya sudah berkoordinasi agar jalan-jalan alternatif yang masih kekurangan rambu untuk dipasang rambu sehingga dapat membantu pengguna jalan atau pemudik. Dengan adanya penambahan rambu tersebut, diharapkan tidak akan terjadi penumpukam kendaraan di jalur-jalur utama.

Untuk kesedian pangan di DIY tidak ada masalah. Kalau produksi beras dari Yogyakarta sendiri berlebih, berkisar di atas 900 ribu ton. Sedangkan kebutuhannya saja hanya 600 ton,” tutur Sultan.