Pasca Dua Kali Letusan Freatik, Aktivitas Wisatawan di Gunung Merapi Berjalan Normal
Wisata

Pasca Dua Kali Letusan Freatik, Aktivitas Wisatawan di Gunung Merapi Berjalan Normal

Cangkringan,(sleman.sorot.co)--Data hasil pengamatan BPPTKG Senin (21/5/2018), Gunung Merapi kembali mengalami dua kali letusan freatik kecil yakni pada pukul 01.25 WIB dan pada pukul 9.38 WIB. Kendati demikian, BPPTKG menyatakan kondisi Gunung Merapi masih berstatus normal.

Pada letusan freatik kali ini, tingkat kepanikan warga sudah menurun dibanding dengan adanya letusan freatik pada 11 Mei lalu. Dari pantauan media ini di kawasan wisata sekitar Gunung Merapi, aktivitas wisatawan masih terlihat normal. Masih didapati sejumlah wisatawan lokal maupun asing yang melakukan perjalanan di rute radius 3,5-5 kilometer dari puncak Merapi.

Seperti kawasan petilasan Mbah Maridjan di desan Kinahrejo pada radius 3,5 kilometer dari puncak Merapi yang masih dikunjungi wisatawan bertepatan dengan adanya letusan freatik. Nita, wisatawan dari Jakarta mengaku tidak merasa khawatir soal letusan freatik yang baru saja terjadi karena sudah mendapatkan arahan dari tour guide bahwa jenis letusan ini tidak berbahaya.

Kan tahu kejadiannya tadi pagi langsung dikasih tahu sama guide. Tapi harusnya kita ke bunker tapi ada letusan freatik kita jadi hanya sampai sini,” jelas Nita.

Ia bersama rombongan sedianya akan menuju ke bunker, namun dengan adanya dua kali letusan freatik tersebut, ia bersama rombongan harus mengurungkan niatnya. Hal itu dilakukan demi keamanan dan kemungkinan adanya erupsi susulan. 

Sementara itu, Irham yang kala itu tengah menjadi tour guide wisatawan di Petilasan Mbah Maridjan, mengatakan, letusan freatik yang baru saja terjadi tidak seperti yang terjadi di tanggal 11 Mei. Dari Tim SAR di Pos menyatakan bahwa jeep masih bisa beroperasi karena dirasa masih aman. Meski belum ada larangan secara resmi, pihaknya tetap menolak untuk mengantar wisatawan sampai ke lokasi bunker.

Jadi kalau di sini masih letusan freatik kita masih berani, tapi tidak berani ke arah bunker. Karena kalau ada erupsi dadakan, kalau cuma sampai sini kan turun sudah aspal semua. Kalau dari bunker turun terjal tidak bisa cepat,” ujarnya.

Meski statusnya masih normal, namun dikatakan Irham, 11 Mei lalu ada larangan keras untuk naik ke bunker. Sedangkan pasca dua kali letusan freatik pada Senin 21 Mei, pihaknya mengaku belum ada larangan ke kawasan bunker.