Ratusan Warga Laksanakan Tradisi Padusan di Sendang Peninggalan Sunan Kalijaga
Peristiwa

Ratusan Warga Laksanakan Tradisi Padusan di Sendang Peninggalan Sunan Kalijaga

Sayegan,(sleman.sorot.co)--Ratusan warga masyarakat Dusun Klangkapan 1, Desa Margoluwih, Kecamatan Sayegan berbondong-bondong menuju ke Sendang Klangkapan untuk melaksanakan tradisi Padusan. Mereka yang datang ke tempat tersebut mayoritas anak-anak dan beberapa orang dewasa untuk melakukan ritual mandi di sendang.

Bukan hanya warga setempat, namun warga dari luar daerah juga sengaja datang ke lokasi Sendang Klangkapan untuk melaksanakan tradisi jelang puasa ini. Salah satu pengunjung, Iwan Fauzi Febrian (13) warga Kecamatan Pundong, Bantul, mengungkapkan, dirinya selalu kesini setiap kali bulan Ramadan tiba.

Tadi saya kesini bersama 8 orang teman. Kesini ya cuma ingin padusan saja,” ucapnya saat ditemui, Rabu (16/5/2018).

Sendang Klangkapan ini sendiri dikenal dengan air yang bersih dan bening, sehingga menjadi pilihanbanyak warga yang ingin melaksanakan tradisi padusan. Selain itu, menurut sejarahnya, sendang ini merupakan peninggalan dari salah satu Wali Songo yakni Sunan Kalijaga. 

Sementara itu menurut pengelola Sendang Klangkapan Bardiyono, menceritakan, Sendang Klangkapan ini merupakan petilasan Sunan Kalijaga. Menurut legenda dari simbah tempo dulu, tempat ini menjadi salah satu persinggahan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam. Selain untuk minum, air sendang ini juga digunakan untuk bersuci atau berwudhu.

Saat itu, beliau ingin minum. Tetapi karena tidak ada gayung, sehingga dengan kedua tangannya langsung mengambil air dengan cara istilah jawanya ngokop,” jelasnya.

Setelah itu, beliau berkata bahwa apabila besok ada rejaning jaman (jaman keemasan) tempat ini akan diberi nama Kokopan. Namun, lama kelaman dari Kokopan itu.saat ini berubah menjadi Klangkapan hingga sekarang. Sumber mata air di sendnag ini sendiri tidak pernah surut, meski memasuki musim kemarau maupun musim penghujan.

Selain itu, mata air Sendang Klangkapan juga sangat berguna untuk perikanan dan pertanian bagi warga dua dusun. Dalam sejarahnya, keberadaan sendang ditemukan mulai sekitar tahun 1500.