Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilimpah, Eks Vokalis Edane Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilimpah, Eks Vokalis Edane Jadi Tersangka

Depok,(sleman.sorot.co)--Bermaksud mengkritik kinerja aparat negara, Eks vokalis band Edane Ecky Lamoh malah dituding melakukan pencemaran nama baik. Ecky yang merasa kecewa dengan kinerja kepolisian atas laporannya yakni dugaan kasus penipuan, kemudian mengungkapkannya dalam status di media sosial.

Dalam statusnya tersebut, Ecky Lamoh malah dilaporkan balik oleh terlapor kasus dugaan penipuan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ia dituduh melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE. Kasus Ecky sendiri bermula saat tahun 2013 ia melaporkan ke Polres Bantul atas kasus penipuan, penggelapan dan acamanan pembunuhan terkait warisan. Beberapa tahun berjalan, pihak Polres Bantul tidak merespon kasusnya.

Laporannya tak digubris oleh pihak Polres Bantul selama kurang lebih 2 tahun, hingga pilihannya jatuh untuk menuliskan kegelisahannya ditujukan kepada Kapolri melalui sosial media facebook. Pihak yang dilaporkan Ecky ke Polres Bantul melihat staus yang dibuat Ecky menyinggung dirinya dan akhirnya Ecky dilporkaan ke Polda DIY dengan pasal 27 ayat 3.

Di sini terlihat jelas pasal 27 ayat 3 dipakai untuk kemudian mengkriminalisasi bung Ecky sebagi korban, kemudian jadi duduk soal dalam kasus ini,” jelas Kuasa Hukum Ecky Lamoh, Edo, dijumpai Selasa (15/5/2018).

Dilanjutkan Edo, kasus yang dilaporkan Ecky belum naik tahap 2, namun Ecky sudah menyandang status sebagai tersangka per 2017. 

Kini, Selasa (15/05) kasusnya baru akan dilimpahkan ke kejaksaan setelah bertahun-tahun tersendat. Ia didampingi kuasa hukum mendatangi Ditreskrimus Polda DIY, dan selanjutnya melakukan pemeriksaan di Dokpol Biddokes Polda DIY. Ecky sendiri menganggap dirinya tidak bersalah meski statusnya sebagai tersangka.

Ini Ecky tidak memfitnah, dia melapor ke Kapolri. Kok anak buahnya malah menangkapnya, ini aneh,” jelasnya.

Berangkat karena adanya pembiaran terhadap laporan yang dilayangkan, akhirnya LBH sebagai pendamping hukum Ecky Lamoh menilai ini menjadi bukti dimana ada pembelengguan ruang demokrasi dalam kebebasan berekspresi menggunakan media elektronik.

Terakhir, Ecky meminta pasal karet UU ITE dihapuskan. Pasal 27 ayat 3 ini harus dihapus, gak bisa ini,” jelasnya.