Amien Rais Sebut Indonesia sebagai bangsa Pekok, Hanum Anggap Media Melintir Berita
Politik

Amien Rais Sebut Indonesia sebagai bangsa Pekok, Hanum Anggap Media Melintir Berita

Depok,(sleman.sorot.co)--Tokoh politik senior Amien Rais kembali hangat diperbincangkan karena statementnya pada kamis (10/05) yang menyebutkan kata pekok yang berarti bodoh dalam Bahasa Jawa.

Melihat situasi dugaan media melintir headline dan berita tentang statement Amien Rais menyebut bangsa Indonesia sebagai bangsa pekok, Hanum Rais yang tak lain adalah putri Amien Rais mengetahui hal ini. Ia mengkonfirmasi langsung kepada ayahnya soal kebenaran ucapan seperti yang telah dimuat media dalam bentuk tulisan.

"Yang dikatakan Pak Amien sebenarnya adalah Indonesia jangan sampai menjadi bangsa yang pekok. Namun kemudian dipelintir media menjadi Indonesia bangsa yang pekok, tentu saja framing seperti ini jahat sekali. Karena konteks beritanya juga tidak disampaikan secara utuh," ujar Hanum Rais, Sabtu (12/05/2018).

Tuturnya di kediamannya di Pandeansari, Condongcatur, Sleman bahwa ini bukan kali pertama statement ayahnya yang dianggap dipelintir dan dibuatkan framing oleh media yang menimbulkan efek atmosfer yang beda terhadap ucapan Amien Rais. 

Ini bukan pertama kali statement ayah saya dipelintir oleh media. Pernyataan tentang partai setan dan nazar berjalan kaki juga diberitakan tidak sebagaimana yang sebenarnya.” lanjut Hanum Rais.

Hanum Rais juga menuliskan cuitan melalui akun media sosial twitter @hanumrais pada (12/05) pukul 07.59 yang telah di-retweet 500 kali dan mendapat respon suka dari pengguna twitter kisaran seribuan tanda suka. Juga telah mendapat respon komentar yang beragam dari pemilik akun di twitter.

"Amien Rais tidak pernah mengata-ngatai bangsanya sendiri demikian. Justru AR menyuarakan suara hati bangsa yang selama ini dipekoki pemimpinnya. Tapi semua telah dipelintir oleh media. Tidak ada bukti video, audio, kalau hanya tulisan, media berfantasi seenaknya. Jahat sekali.” tulis Hanum.

Besar harapannya Hanum kedepannya setiap kali ada isu harus dicari kejelasan dan kebenaran terlebih dulu atau yang bisa disebut dengan tabayyun.

"Jangan sampai asal comot dan ikut menjadi penyebar hoaks yang menimbulkan perpecahan,” tandas Hanum Rais.