Sehari Pasca Erupsi Merapi, Menteri Sosial Pantau Merapi dari Bunker
Peristiwa

Sehari Pasca Erupsi Merapi, Menteri Sosial Pantau Merapi dari Bunker

Cangkringan,(sleman.sorot.co)--Setelah adanya erupsi freatik gunung merapi yang disebabkan adanya sentuhan air dengan magma yang menyebabkan tekanan uap yang tak terbendung pada Jumat pagi (11/05), Menteri Sosial RI, Idrus Marham pada sabtu sore (12/05) beserta jajaran Kemensos mendatangi kampung siaga bencana di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan.

Dalam agenda kunjungannya, Idrus Marham disambut baik oleh Bupati Sleman, Kapolres Sleman, Kadinsos DIY dan Sleman serta tim KSB Umbulharjo. Kemensos memberikan bantuan untuk kesiapan menghadapi bencana berupa masker, makanan siap saji, dan selimut.

Bayangkan saja ini baru sampai bulan Mei sudah 947 kali bencana di seluruh Indonesia, dan sudah membawa 101 jiwa meninggal, belum lagi yang lain-lain,” jelas Idrus.

Oleh karena itu perlu adanya inventarisasi di daerah-daerah rawan bencana seperti di DIY. Mengingat di DIY ada potensi bencana gunung berapi, tanah longsor,puting beliung, dan banjir. 

Bagusnya, menurut Idrus Marham adalah membuat masyarakat Yogyakarta kreatif dalam menghadapi masalah khususnya di daerah rawan bencana, karena kesadarannya yang dinilai tinggi. Kesigapan kampung siaga bencana dan yang terlibat dalam penanganan bencana erupsi kemarin diapreasiasi Idrus, sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang berkepanjangan.

Menteri sosial beserta rombongan juga menilik bunker Merapi yang tengah dikerumuni wisatawan. Tak hentinya ia mengangkat tangannya sambil menunjuk ke arah Gunung Merapi megah yang baru saja erupsi tersebut.

Dalam celotehnya, Idrus juga menyampaikan soal 3 prinsip dalam penanganan bencana yaitu prinsip keterpaduan, menyeluruh dan berkesinambungan. Bahwa dalam penanganan bencana tidak bisa sendirian, harus keroyokan. Juga tetap mengantisipasi bencana meskipun potensi maupun prediksi bencana belum terdeteksi dini.

Arahan Bapak Presiden pola pendekatannya harus diubah, kalau dulu setelah ada bencana baru bergerak. Ya akibatnya banyak korban,” ujar Idrus.

Soal penanganan bencana di Yogyakarta, dikatakan Idrus Marham relawan yang terjun ke Yogyakarta ini merupakan relawan bencana secara skala internasional. Pengalaman pola penanganan bencana di Yogyakarta diharapkan bisa ditularkan ke daerah lain.