Jaringan Pengedar Narkoba Digulung, Polda DIY Amankan Belasan Orang Tersangka
Hukum & Kriminal

Jaringan Pengedar Narkoba Digulung, Polda DIY Amankan Belasan Orang Tersangka

Depok,(sleman.sorot.co)--Setelah melakukan penyelidikan yang cukup mendalam, Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY berhasil membongkar Jaringan Pengedar Pil Trihex yang beroperasi di wilayah DIY. Wadirresnarkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto mengungkapkan, pada bulan April 2018 petugas kepolisian berhasil meringkus 14 tersangka dalam jaringan pengedar pil trihex yang juga disebut pil sapi.

Dari penangkapan tersebut, ternyata masih ada satu tersangka lagi, yakni Mister X. Hingga saat ini mister X masih buron,” ungkapnya saat temu media di Mapolda DIY, Jumat (20/4).

Dijelaskan, pengungkapan tersebut bermula dari penangkapan tersangka FH, warga Pacitan Jawa Timur selaku bandar pil sapi dengan barang bukti 445.000 butir pil trihex. Dari penangkapan itu, petugas kepolisian kembali menangkap tersangka AS yang merupakan pemilik dari 445.000 butir pil trihex tersebut. 

Dari 445.000 butir ini kemudian masih dibagi lagi untuk para pengecer yang lebih kecil,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan, pil trihex tersebut dijual oleh para pengedar dengan harga yang terus berlipat dari penjual di atasnya. Kemudian para pengedar paling bawah dapat menjual pil tersebut dengan harga Rp1,8 juta per botol berisi 1.000 butir.

Selain itu, peredaran pil kategori obat keras tersebut dilakukan dengan berbagai modus mulai dari penjualan melalui pengiriman paket hingga bertemu langsung dengan konsumen. Setelah dilakukan penelusuran ke daerah lain polisi menangkap tersangka BRH warga Sragen, Jawa Tengah, selaku pemasok untuk tersangka AS.

Selanjutnya, dalam pengembangan kasus tersebut, petugas kembali berhasil mengmankan tersangka lain yakni SWD, AL, D, BR, SPY, MR, SHS dan SRN.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika serta Pasal 196 juncto Pasal 98 Ayat 1 UU No 36/2009 tentang Kesehatan. Mereka diancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar,” tandas Wadirresnarkoba.