Pura-pura Sholat Sebelum Mencuri, Pria Asal Jepara Dibekuk
Hukum & Kriminal

Pura-pura Sholat Sebelum Mencuri, Pria Asal Jepara Dibekuk

Ngaglik,(sleman.sorot.co)--Seorang takmir masjid Al-Ukuwah, Perumahan UII, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Mustofa Hasan Darojat menjadi korban pencurian. Ponsel dan dompet yang ia taruh di ruangan takmir raib digondol maling, Jumat (23/3/2018) pukul 18.00 WIB.

Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi saat sejumlah orang sedang menjalankan sholat magrib berjamaah di masjid tersebut.

"Diduga sebelum beraksi, pelaku ini mengawasi situasi di sekitar lokasi dan bahkan juga ikut sholat juga," jelasnya, Senin (16/4/2018).

Sebelum kejadian pencurian itu, imam sempat curiga saat sekilas melihat seorang yang beranjak dari masjid saat sholat belum selesai. Tetapi tak disangka, orang tersebut merupakan pencuri yang menggondol sejumlah barang di ruangan takmir saat situasi sedang sepi. 

Danang melanjutkan, pelaku diduga sudah mengetahui tempat kunci ruangan itu diletakkan. Hingga akhirnya, setelah sholat usai, Mustofa sudah mendapati pintu ruangan dalam keadaan terbuka dan barang-barang sudah hilang. Diantaranya satu unit laptop, ponsel dan dompet.

"Atas kejadian tersebut, korban lantas melaporkan ke Mapolsek Ngaglik untuk dilakukan pengungkapan dan penyelidikan," lanjut Kapolsek.

Berkat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi akhirnya berhasil membekuk pelaku berinisial IL (37). Ia diamankan di rumahnya daerah Jepara, Jawa Tengah pada Sabtu (14/04/2018) tanpa perlawanan.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil curian berupa dua buah handphone dan satu unit laptop

"Dari rekaman CCTV terlihat seorang pelaku melintas setelah melakukan aksi pencurian di lokasi tersebut," tandasnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Wirawan Suhendra menambahkan, berdasarkan pengembangan kasus tindak pidana pencurian itu, diketahui pelaku telah melakukan aksi tersebut di lebih dari 10 lokasi.

"Sebelum menjalankan aksinya, pelaku melakukan survey terlebih dahulu. Setelah merasa menguasai medan, pelaku langsung menjalankan aksinya," tutupnya.