Tiga Tahun Geluti Perdagangan Hewan Langka, Seorang Pria Terancam 5 Tahun Dibui
Hukum & Kriminal

Tiga Tahun Geluti Perdagangan Hewan Langka, Seorang Pria Terancam 5 Tahun Dibui

Depok,(sleman.sorot.co)--Jajaran Ditreskrimsus Polda DIY bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berhasil menangkap seorang pria yang diduga memperjualbelikan hewan langka jenis burung kakak tua dan elang.

Direktur Ditreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Gatot Budi Utomo mengungkapkan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa telah terjadi jual beli hewan langka yang dilindungi di wilayah hukum Polda DIY.

"Berkat informasi tersebut, petugas Ditreskrimsus Polda DIY bekerjasama dengan BKSDA Yogyakarta lantas melakukan penyelidikan atas informasi tersebut. Setelah dirasa bukti cukup, akhirnya pelaku dapat ditangkap," ucapnya saat temu media, Kamis (12/4/2018).

Pelaku berinisial SR warga Dusun Gunungsaren Kidul, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul yang ditangkap pada Rabu (11/4/2018) sekitar pukul 13.00 WIB di rumahnya. 

Selain menangkap pelaku, petugas juga turut mengamankan 1 ekor burung elang ular bido, 2 ekor burung elang bondol, burung kakak tua maluku, 1 ekor burung kakak tua kecil jambul kuning , dan 1 ekor burung kakak tua besar jambul kuning.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku, kegiatan jual beli hewan langka yang dilindungi ini dilakukan sejak 3 tahun terakhir.

Dan rata-rata burung hasilnya tersebut dijual dengan harga Rp 3,5 juta untuk satu ekornya, tambahnya.

Burung-burung langka itu didapat oleh SR dari para pecinta burung yang menawarkan kepada pelaku.

Sementara itu, Kepala BKSDA Yogyakarta Ir Junita Parjanti mengungkapkan, sebenarnya masyarakat boleh memelihara burung-burung semacam itu namun harus burung F2 atau turunan dan yang tak kalah penting adalah harus mengantongi ijin.

"Untuk pelaku ini kan tidak memiliki ijin dan memperjualbelikan kepada oranglain, maka kita amankan," lanjutnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancama hukuman 5 tahun kurungan penjara.