Sales Marketing Beli Puluhan Barang Pakai Uang Perusahaan, Hasilnya Dijual untuk Beli Mobil
Hukum & Kriminal

Sales Marketing Beli Puluhan Barang Pakai Uang Perusahaan, Hasilnya Dijual untuk Beli Mobil

Mlati,(sleman.sorot.co)--Dua pelaku penggelapan berinisial Jan (32) warga asli Tangerang dan Tan (40) warga Ngaglik, Sleman dibekuk polisi. Keduanya diamankan di tempat berbeda, Jan ditangkap di Tangerang pada Sabtu (17/3/2018) sedangkan pelaku Tan ditangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Sabtu (7/4/2018).

Penangkapan itu sendiri berdasarkan hasil pengembangan dari laporan perusahaan leasing, tempat Jan bekerja ke Polsek Mlati pada 25 Februari 2018 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dandung Pratidina mengatakan, kedua pelaku menjalankan aksi penggelapan sejak bulan Desember 2017 hingga Februari 2018. Saat itu, Jan yang menjabat sebagai sales marketing membuat data konsumen atau debitur palsu yang mengajukan pembelian barang elektronik, seperti telivisi, kulkas dan AC ke sebuah toko elektronik yang dibiayai dengan uang perusahaan tempatnya bekerja.

"Tercatat terjadi 37 transaksi, dimana dalam setiap satu transaksi nilainya Rp 15 sampai 20 juta," katanya, Rabu (11/4/2018).

 

Aksi pelaku terungkap saat penagih tunggakan kredit dari perusahaan elektronik mendatangi kantor pelaku untuk menagih uang setoran. Padahal barang-barang tersebut digunakan pelaku untuk kepentingan sendiri dan sebagian telah dijual. Hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli dua motor dan mobil.

"Mengetahui ada yang tidak beres, perusahaan memeriksa Jan, lalu menemukan 37 dokumen dengan konsumen fiktif," lanjutnya.

Dalam menjalankan aksinya kedua pelaku saling berbagi tugas. Jan yang mengajukan permohonan kredit, sedangkan Tan yang mencari nasabah fiktif.

Akhirnya aksi penggelapan yang dilakukan mereka berhasil dibendung petugas dan kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Untuk perkara ini, kedua pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.