Organda DIY Menolak Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direvisi
Peristiwa

Organda DIY Menolak Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direvisi

Depok (sleman.sorot.co)--Wacana Pemerintah merevisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan rupanya banyak menuai tentangan. Tak terkecuali Organisasi Angkutan Darat (Organda) di DIY.

Dalam undang-undang ini tertulis, akan mengakomodir sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum. Hal ini yang berpotensi menimbulkan polemeik antara penyedia jasa umum lainnya.

Ketua DPD Organda DIY Agus Andrianto mengungkapkan, Organda DIY menolak atas revisi Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 itu karena dianggap membahayakan kedua belah pihak yakni pengendara dan penumpang itu sendiri. Resiko kecelakaan pada sepeda motor adalah paling tinggi daripada yang alat transportasi lain.

"Terkait dengan kendaraan itu yang akan dijadikan angkutan umum, saya tidak setuju karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 sepeda motor tidak pernah direkomendasikan menjadi angkutan umum," jelasnya Rabu (11/4/2018).

Sementara itu Dosen Fakultas Teknik dan Lingkungan UGM Yogyakarta Prof. DR. Sigit Priyanto secara tegas mengaku bahwa dirinya juga tidak sepakat apabila sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum diatur dalam revisi UU nomor 22 tahun 2009 karena bakal muncul banyak permasalahan baru kedepan. 

"Sebetulnya, sepeda motor tidak diperuntukkan untuk penumpang. Kendaraan sepeda motor tidak safety," tandasnya.

Jika kebijakan ini tetap diterapkan, kesemrawutan di jalan akan bertambah dikarenakan sepeda motor atau ojek online akan mangkal disembarang tempat.

"Seharusnya pemerintah mengkaji dulu sebab dan akibat yang terjadi. Jangan langsung disahkan," pungkasnya.