Tak Terima Diberhentikan Lewat WA, Eks Karyawan Hotel Alana Layangkan Gugatan ke Pengadilan
Hukum & Kriminal

Tak Terima Diberhentikan Lewat WA, Eks Karyawan Hotel Alana Layangkan Gugatan ke Pengadilan

Ngaglik (sleman.sorot.co)--Tak terima dipecat secara sepihak melalui obrolan di Whatssapp, karyawan PT Saraswati Indoline yang membawahi The Alana Hotel Yogyakarta mengajukan gugatan hubungan Industrial ke pengadilan.

Proses persidangan Pengadilan Hubungan Industrial telah bergulir tiga kali. Namun pada sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban dari tergugat Selasa (10/4/2018) ini, pihak perusahaan kembali tidak hadir.

Kuasa Hukum Penggugat, Ahmad Mustaqim mengatakan, kasus ini bermula dari pemecatan terhadap kliennya yang juga anggota Federasi Serikat Pekerja Mandiri Indonesia (FSPMI) yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan pada 27 November 2017 lalu. Pemberhentian karyawan tersebut menurut Mustaqim tidak disertai alasan yang jelas.

Dua karyawan yang diberhentikan itu adalah Syamsul Kurniawan, asisten house keeping manager dan Herini Bunga Larasanti yang bekerja di bagian training human resourches department.

Sebenarnya total ada beberapa orang, tapi yang resmi berani mengajukan gugatan baru dua orang ini,” ucapnya saat ditemui.

Pada proses pemberhentian Syamsul inilah yang dinilai paling tak lazim. Ia diberhentikan hanya melalui pesan WhatssApp. Sedangkan Herini mendapatkan surat resmi dari perusahaan, meski pihaknya menolak surat tersebut karena cacat hukum. 

Sebelum dilakukan pemecatan terhadap Syamsul, sempat ada keluhan dari tamu hotel yang mengeluhkan telah kehilangan uang sebesar Rp 100 ribu. Hanya saja, aduan kehilangan itu belum dipastikan kebenarannya karena tidak diklarifikasi lebih lanjut.

"Belum tentu apakah kehilangan uang itu benar-benar terjadi atau cuma lupa, tidak diklarifikasi lebih lanjut. Tahu-tahu General Manager (GM) menginginkan Syamsul agar tidak bekerja lagi," lanjutnya.

Dalam perkara ini, pihak penggungat hanya menginginkan perusahan melakukan tindakan sesuai aturan seperti dalam Undang-undang Ketenagakerjaan sesuai pasal 59 UU nomor 13 tahun 2003.

Selain itu, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Yogyakarta tersebut, rekan korban sempat menggelar aksi solidaritas di halaman samping gedung. Mereka membentangkan berbagai macam poster bernada pengecaman terhadap kebijakan perusahaan.