Hadiri Panen Raya di Ngaglik, SBY Ditodong Pertanyaan Bantuan Raskin
Peristiwa

Hadiri Panen Raya di Ngaglik, SBY Ditodong Pertanyaan Bantuan Raskin

Ngaglik,(sleman.sorot.co)--Dalam agenda SBY Tour De Jogja, pada Senin sore (09/04/2018) mantan presiden RI ini beserta rombongan menyempatkan diri hadir dalam Panen Raya Padi di Dusun Bantarjo, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik. Selain mengikuti serangkaian acara ceremonial, Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan warga setempat.

SBY yang ditemani istrinya Ani Yudhoyono, Edi Baskoro dan Bupati Sleman beserta jajaran fraksi Partai Demokrat disambut meriah oleh masyarakat. Tak sedikit dari mereka berdesak-desakan demi bisa berkomunikasi dan mengabadikan moment bersama mantan presiden yang pernah mempimpin Indonesia selama 10 tahun tersebut. Kedatangan SBY disambut dengan kesenian Bergodo yang cukup meriah.

Hingga tiba akhirnya SBY beserta rombongan dan perwakilan dari kelompok tani Mardi Raharjo memanen padi yang sudah menguning. Dengan sumringah SBY menebas padi menggunakan alat pertanian. Diharapkan dengan hadirnya SBY dalam agenda panen raya ini, bisa meningkatkan gairah bertani di Sleman.

Setelah panen, SBY dan rombongan selanjutnya menghadiri sesi dialog terbuka dengan warga. Sebagai pengantar Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan paparan tentang hasil panen petani Sleman.

Sri Purnomo memaparkan bahwa di tahun 2017 petani Sleman bisa memanen 290 ribu Ton Gabah, yang ketika menjadi beras jumlahnya 169 ribu Ton. Dengan angka konsumsi 75 ribu Ton, sehingga bisa surplus 94 ribu Ton. Di tahun 2018 terprediksi sampai akhir April dapat memproduksi 42 ribu Ton beras dengan konsumsi 34 ribu Ton dan diprediksi bisa surplus 8 ribu Ton.

Semoga masyarakat semangat bertani, dan hasilnya bisa meningkat. Mohon bimbingan untuk petani kami di Sleman,” jelas Sri Purnomo.

 

Dalam dialog terbuka ada seorang penanya yang cukup menyita perhatian yakni Puwanto perwakilan dari kelompok tani Mardi Raharjo. Ia bertanya sekaligus berkeluh, bahwa selama ini bantuan raskin kualitas beras bantuannya tidak baik sehingga dalam hal ini ia menanyakan upaya pemerintah dalam menangani kasus ini. Mendengar pertanyaan tersebut SBY langsung memberikan respon singkatnya.

Sebenarnya beras raskin kebijakan sejak pemerintahan yang saya pimpin dulu dan sekarang berlanjut Ke Presdien Jokowi. Semua tujuan pemerintah itu baik, dan ini sekarang menjadi tanggungjawab kepemimpinan yang sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Negara perlu menjamin tepatnya distribusi bantuan raskin ini. SBY menambahkan warga bisa melapor ke Bupati. Nantinya Bupati dibantu jajarannya mengaturkan ke Pemerintah Pusat. Akhir kata, beliau menuturkan akan menyampaikan suara rakyat ini jika bertemu dengan jajaran kepemerintahan yang sekarang.

Saya berharap pemerintah mengecek yang mana yang salah distribusinya atau terlalu lama di simpan. Regulasi itu tidak boleh merugikan petani. Misalnya sedang panen, terus impor beras dibuka dengan jumlah besar pasti harga beras jatuh. Itu salah, impor itu kalau sangat diperlukan,” jelas SBY.