Gara-gara Hutang Miliaran, Warga Kasihan Ngaku Dipukuli dan Diancam akan Dibunuh
Hukum & Kriminal

Gara-gara Hutang Miliaran, Warga Kasihan Ngaku Dipukuli dan Diancam akan Dibunuh

Depok,(sleman.sorot.co)--SH (49) warga Patuk, Desa Ambar Ketawang, Kecamatan Gamping, Sleman dilaporkan ke Polda DIY terkait penganiayaan yang dilakukan terhadap seorang warga Kadipiro, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasian, Kabupaten Bantul, Yosafat (37).

Ditemui di SPKT Polda DIY, Yosafat menceritakan peristiwa tersebut berawal dirinya pada bulan Januari 2017 lalu meminjam uang kepada SH sebanyak Rp 3,4 miliar dengan bunga 1 persen per hari. Awalnya, pembayaran hutang tersebut berjalan lancar. Namun mulai bulan Desember 2017 pembayaran oleh Yosafat pun mulai macet.

Kemudian SH meminta kepada Yosafat untuk mengembalikan uangnya terlebih dahulu sebesar Rp 300 juta. Tapi pada saat itu, korban menyanggupi akan mengembalikan pada bulan Januari 2018. Hingga sudah lewat bulan Januari, ternyata korban tidak sanggup mengembalikan uang dengan jumlah tersebut.

"Namun saya sanggup membayar Rp 1 juta per hari sebelum pembayaran Rp 300 juta. Selain itu, saya juga membayar bunga pinjaman yang jumlahnya tidak sedikit yakni sebesar Rp 25 juta per hari,” cerita Yosafat usai memberikan laporan, Minggu (04/03/2018).

Kemudian pada Kamis (1/3/2018) sekira pukul 15.00 WIB lalu, Yosafat diajak bertemu dengan SH di sebuah tempat di Jalan Magelang. Awalnya, percakapan antara keduanya berjalan mulus. Hingga akhirnya Yosafat diajak untuk masuk ke sebuah mobil, dengan mengerahkan sekitar 5 anak buahnya untuk menunggu di luar mobil. 

"Pertama dia ngomong, ini gimana utangmu ? Sambil mengambil buku setebal 5 cm dan dipukulkan ke kepala saya sekitar 5 kali,” ujarnya.

Selain dipukuli dengan buku oleh terlapor, korban juga mengaku mendapatkan ancaman akan dibunuh dan akan dipenjarakan. Tak berhenti disitu, rumahnya juga pernah didatangi oleh gerombolan orang tidak dikenal dengan maksud untuk menenor dan menakut-nakuti.

"Sebenarnya saya sudah mempunyai etikad baik untuk menyelesaikan semua tanggungan hutang saya kepada terlapor dengan menyicil sebanyak Rp 1 juta per hari dan kooperatif setiap diajak ketemu tidak pernah menolak. Namun kenapa saya mendapatkan perlakuan seperti ini," tandasnya.

Karena merasa jiwanya terancam, akhirnya Yosafat memutuskan untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolda DIY agar mendapatkan perlindungan hukum.

SH dilaporkan atas tuduhan melakukan penganiayaan kepada korban Yosafat seperti tertuang dalam pasal 351 KUHP dengan Laporan Polisi Nomor LP/0152/III/2018/DIY/SPKT tertanggal 4 Maret 2018.