Pelaku Perampasan Mobil Taksi Online Masih Pelajar SMP
Hukum & Kriminal

Pelaku Perampasan Mobil Taksi Online Masih Pelajar SMP

Ngemplak,(sleman.sorot.co)--Seorang pengemudi taksi online korban percobaan perampasan mobil, hingga kini masih tergolek lemah di rumahnya di Griya Selo Asri Blok A3, Rw.06/23 Wedomartani Kecamatan Ngemplak. Hartono (46) sempat mendapatkan perawatan medis dengan 7 jahitan di kepalanya karena luka akibat pukulan benda tumpul.

Korban dianiaya oleh penumpang berinisial RNS (17) warga Jalan Durmo No. 6, Gondomanan, Yogyakarta, yang hendak merampas mobilnya.

Ditemui di rumahnya, Hartono, menceritakan, sebelum peristiwa naas itu dirinya tidak mempunyai perasaan ataupun firasat apapun bakal menjadi korban perampasan. Pelaku membawa tongkat yang biasa dipakai oleh satpam untuk memukul bagian belakang kepalanya yang disimpan oleh pelaku di dalam tas punggung milik pelaku.

Sampai di Timur Taman Kanak-kanak Kaliurang, kondisinya sepi dan gelap, dia langsung memukul kepala saya hingga berulang kali. Dia sempat mengancam, saya mau mobil ini, serahkan mobil ini. Saya kemudian keluar dari mobil sambil berteriak teriak untuk minta tolong,” ujar Hartono, Minggu (14/1/2017).

Setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran pelaku, ia dibantu warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan pelaku berhasil ditangkap beberapa saat kemudian. 

Hartono menambahkan, dalam perjalanan dari SD Sempu Wedomartani Ngemplak, dengan tujuan TK Kaliurang Hargobinangun, ia sempat berbincang-bincang dan menanyakan terkait sekolah pelaku. Saat itu pelaku menjawab bahwa bersekolah di SMSR kelas 2. Namun dalam pemeriksaan penyidik, pelaku diketahui bersekolah di salah satu SMP di Kalasan.

Menurut polisi, dia siswa berprestasi dalam bidang olah raga dan jadi atlet lempar lembing di sekolahnya,” tambah Hartono.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar kasus yang menimpanya diusut sampai tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Hingga saat ini, pelaku masih mendekam di tahanan Polsek Pakem untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.