Tak Terima Diejek, Dua Remaja Bacok Temannya Sendiri
Hukum & Kriminal

Tak Terima Diejek, Dua Remaja Bacok Temannya Sendiri

Pakem,(sleman.sorot.co)--Dua Remaja berinisial RS (16) warga Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, dan DK (19) warga Sembung, Purwobingun, Pakem, diamankan oleh anggota Reskrim Polsek Pakem. Keduanya disangka melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban bernama Nendy Fajar (17) warg a Boyong, Hargobinangun, Kecamatan Pakem.

Kapolsek Pakem Kompol Haryanta menjelaskan, peristiwa penganiayana tersebut dilakukan pada Kamis 21 Desmeber 2017 petang sekitar pukul 17.30 WIB di Mangunan, Harjobinangun, Pakem.

Adapuan kronologi penganiayaan berawal saat korban membeli rokok di sebuah warung kemudian didatangi oleh kedua pelaku. Tanpa ada berkata-kata, kedua pelaku yang merupakan teman main korban itu langsung melakukan pemukulan terhadap korban mengenai kepala hingga luka memar.

Usai memukuli korban, pelaku kemudian membawa korban ke rumah salah satu teman pelaku SLS (19) warga Mangunan, Harjobinangun, Pakem. Di tempat itu pelaku mengambil senjata tajam dan langsung dibacokkkan ke punggung korban hingga jaket korban sobek,” jelas Kompol Haryanta, Senin (8/1/2018).

Ia menambahkan, pelaku DK juga melempar sajam ke arah korban hingga mengenai kaki kanan dan menyebabkan luka sobek. Pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dan langsung melaporkan kejadian yang ia alami ke kantor polisi. Tak butuh waktu yang lama, petugas Polsek Pakem langsung melakukan penangapan terhadap pelaku yang sudah diketahui identitasnya, beberapa jam setelah kejadian penganiayaan. 

Dua pelaku kita amankan di salah satu rumah temannya di daerah Hargobinangun, Pakem. Kedua pelaku mengaku nekat menganiaya korban karena merasa di jelek-jelekan oleh korban, dibilang anak nakal,” tambah Kapolsek.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 buah pedang panjang 50 sentimeter, 1 buah golok panjang 45 sentimeter, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih nomor polisi AB- 2640-XZ milik pelaku. Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.