Atasi Kesulitan Golongan Darah Langka, PMI DIY Bentuk Kelompok Pendonor
Sosial

Atasi Kesulitan Golongan Darah Langka, PMI DIY Bentuk Kelompok Pendonor

Ngaglik,(sleman.sorot.co)--Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo mengatakan, hingga saat ini pihaknya acap kali mengalami kesulitan untuk mendapatkan golongan darah tertentu. Selain menjadi kendala PMI, sulitnya mencari golongan darah tertentu juga menyebabkan keluarga pasien yang membutuhkan darah tersebut kelabakan.

Guna mengantisipasi sulitnya mendari pendonor darah untuk golongan darah tertentu, PMI DIY berencana membuat sebuah kelompok pendonor dengan anggota yang memiliki golongan darah yang sama. Dengan terbentuknya kelompok tersebut, semua anggota bisa saling mendonorkan darahnya jika ada anggota kelompok atau masyarakat yang membutuhkan.

Khusus golongan darah yang sulit didapatkan, golongan AB misalnya, rencana saya akan saya kelompokkan dalam satu grup WA. Jadi ketika ada kegiatan donor darah yang cukup besar, nanti akan kita catat data nama, alamat dan nomor handphonenya, dan kita buat grup. Sehingga, anggota di grup itu bisa saling mendonorkan darahnya jika ada yang membutuhkan,” ujar GBPH Parabukusumo, usai Musyawarah Kerja Daerah PMI di Ndalem Palagan, Sabtu (6/1).

Ia berharap, dengan terbentuknya kelompok pendonor yang beranggotakan orang-orang dengan golongan darah yang sulit didapatkan, permasalahan yang selama ini sering dialami dapat terselesaikan. Kelompok pendonor ini nantinya juga akan dikoordinasikan dengan UTD (unit transfusi darah) PMI di seluruh kabupaten/kota di DIY. 

Harapan saya akan terbentuk kelompok-kelompok grup WA dan nanti dihubungkan dengan UTD PMI kabupaten/kota sehingga akan termonitor. Jika ada yang membutuhkan golongan darah tertentu bisa terlayani dengan cepat dan baik,” terangnya.

Sementara itu, guna pemenuhan kebutuhan darah secara umum, PMI DIY akan menggalakkan kegiatan donor darah di sekolah-sekolah dan isntansi pemerintah dan swasta yang lain. Dengan semakin banyaknya pendonor, diharapkan kebutuhan darah dapat terpenuhi sehingga dapat memudahkan masyarakat atau pasien yang membutuhkan.