Buya Syafii Maarif : Pilkada DKI Picu Kesenjangan Sosial
Sosial

Buya Syafii Maarif : Pilkada DKI Picu Kesenjangan Sosial

Gamping,(sleman.sorot.co)--Sejumlah masyarakat etnik tionghoa yang tergabung dalam perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar diskusi dengan tema ‘Mengatasi Kesenjangan Sosial di Indonesia’, pada Rabu (3/1/2018). Diskusi yang digelar di Westlake Restort di Jalan Ringroad Barat, Bedog, Trihanggo, Gamping itu, menghadirkan beberapa tokoh di antaranya, Buya Syafii Maarif, Alissa Wahid dan K.H Imam Aziz.

Ketua Umum INTI Teddy Sugiyanto, menjelaskan, diskusi ini banyak membahas tentang program yang akan dilakukan guna mengentaskan kesenjangan sosial yang cukup tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Jika kesenjangan itu terus diperlihara makan akan akan berdampak buruk terhadap berbagai sendi kehidupan warga masyarakat.

Salah satu pembicara, Buya Syafii Maarif, mencontohkan, Pilkada DKI 2017 diwarnai dengan berbagai kesenjangan sosial serta ketimpangan sosial di kalangan masyarakat. Kesenjangan itu akibat ujaran provokatif yang bersifat membenci dan saling menjatuhkan antar saling pendukung pasangan calon. Ia berharap agar kejadian Pilkada di DKI tidak sampai menular ke daerah lain pada Pilkada 2018.

Suasana Pilkada Jakarta kemarin menurut saya tidak sehat dan tidak beradab. Saya rasa Tuhan tidak senang dengan yang cengeng-cengeng seperti itu. Virus jahatnya ini yang paling kita cemaskan. Paling rentan dan rawan itu Jawa Barat, mudah-mudahan orang sunda tidak terkena dampak dari Pilkada DKI Jakarta kemarin,” ujar Buya.

Sedangkan Alissa Wahid mengatakan, diskusi telah menghasilkan program yang kemudian akan diaplikasikan langsung. Program-program tersebut yakni program santripreneur berbasis teaching expert pengusaha INTI sampai penumbuhan aktivitas bisnisnya termasuk modal kerja. 

Selain itu, ada juga program akses pasar untuk enterpreneur (wirausaha) NU dan Muhammadiyah, program pertukaran penyemai moderatisme ke China, program pendidikan bahasa Mandarin untuk santri dengan dikirim ke China, program pelatihan kepemimpinan muda lintas, dan program beasiswa pelangi untuk pelajar.

Kita akan melakukan peningkatan layanan seperti dalam pengembangan hal kesehatan dan pendidikan. Dengan program-program yang dilakukan itu diharapkan dapat mengurangi tingkat kesenjangan yang terjadi di Indonesia,” terang Alissa.