ORI DIY Selidiki Dugaan Pelanggaran Dalam Proses Pembongkaran Rumah di Lokasi Pembangunan Bandara
Peristiwa

ORI DIY Selidiki Dugaan Pelanggaran Dalam Proses Pembongkaran Rumah di Lokasi Pembangunan Bandara

Depok,(sleman.sorot.co)--Ombudsman RI (ORI) DIY bakal menindaklanjuti adanya aduan terkait dugaan pelanggaran dalam proses pengosongan dan pembongkaran bangunan warga di lokasi pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) Kulon Progo, pada Selasa (5/12). Selain ke PT Angkasa Pura I, ORI DIY akan melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak di antaranya kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Ditemui usai pertemuan tertutup dengan pihak Angkasa Pura I, Sekretaris Perwakilan ORI DIY, Dahlena, menjelaskan, pihak PT AP I mengakui telah melakukan pengosongan dan pembongkaran terhadap rumah warga yang menolak proyek NYIA. Namun, pembongkaran itu tidak bersifat sepenuhnya karena masih terdapat beberapa bangunan yang belum dibongkar.

Memang terjadi pembongkaran di beberapa area, tetapi ada beberapa bangunan yang ditunda termasuk gedung sekolah. Karena proses di lapangan ada banyak pihak yang terkait, maka kami akan meminta konfirmasi ke beberapa pihak, seperti PLN, Kepolisian dan Pemda,” jelas Dahlena, usai mendatangi Kantor Angkasa Pura I, Rabu (6/12).

Ia menambahkan, pihak Angkas Pura juga menegaskan bahwa ada beberapa objek rumah yang dikecualikan dalam proses pengosongan dan pembongkaran karena masih terdapat penghuninya. Namun, untuk memberikan shock terapi untuk warga, pihak Angkasa Pura mengaku melakukan pembongkaran jendela atau pintu di rumah yang masih berpenghuni. Namun, pintu dan jendela yang sudah dilepas tersebut selanjutnya dikembalikan seperti semula. 

Kami akan konfirmasi di lapangan karena kami juga belum konfirmasi ke pihak yang melapor, kami baru sepihak hari ini. Bagaimana realitasnya nanti, kami akan konfirmasi lagi, baru kemudian kami bisa menyimpulkan apakah ini terjadi pelanggaran atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, PT Angkasa Pura I melalui Project Manager NYIA, Sujiastono, menjelaskan, pihaknya memastikan tidak melakukan pembongkaran bagi warga yang menolak dan masih menempati rumah tinggalnya. Pihaknya hanya membongkar bangunan yang benar-benar sudah kosong dan tidak berpenghuni, namun untuk beberapa pohon di pekarangan rumah tetap dirobohkan.

Pihaknya berharap, warga yang masih menempati rumah-rumah di area pembangunan NYIA untuk segera mengosongkan rumahnya. Menurutnya, secara IPL (izin penetapan lokasi) lokasi rumah-rumah tersebut bukan lagi untuk hunian, melainkan untuk pembangunan bandara. Pihaknya sudah menempuh berbagai cara untuk mengingatkan warga agar segera mengosongkan rumah mereka, mulai dari surat pemberitahuan dan surat peringatan sebanyak tiga kali.

Kita berharap warga segera mengosongkan rumahnya karena fasilitas listrik juga sudah tidak ada dan tetangga juga sudah tidak ada. Belum lagi nanti kalau ada alat berat dan banyak material, takutnya ada kecelakaan kerja. Kalau terjadi seperti itu, kita tidak bertanggungjawab karena secara IPL itu bukan untuk hunian, kemudian kita sudah memberikan pemberitahuan untuk mengosongkan, SP 1, SP 1 dan SP 3, sesuai dengan saran Ombdudsman dan pihak lain,” paparnya.