Anggota Komplotan Perampok Bersenjata Reunian Usai Keluar dari Penjara
Hukum & Kriminal

Anggota Komplotan Perampok Bersenjata Reunian Usai Keluar dari Penjara

Sleman,(sleman.sorot.co)--Lima orang anggota komplotan perampok yang beraksi di Karanglo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, 23 November lalu berhasil dibekuk petugas. Kelima pelaku dimankan di tempat berbeda di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Ibu Kota Jakarta.

Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria, mengatakan, kedatangan para pelaku di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah direncanakan untuk melakukan aksi pencurian. Untuk menentukan rumah yang hendak disasar, mereka melakukan secara acak dan tanpa melakukan pengintaian terlebih dahulu.

Para pelaku ini, mereka memang ketemu dan saling kenal di dalam penjara. Karena empat dari lima tersangka yang berhasil diringkus merupakan residivis kasus yang sama,” ujar AKBP Burkan Rudy Satria, Selasa (5/12/2017).

Adapun kelima pelaku yang berhasil ditangkap yakni DD (41), warga Lamongan, AL (30), warga Pemalang, BA (30), warga Klaten, RZ (40), warga Garut, dan ST (26) warga Jakarta Barat. 

Kapolres menambahkan, selepas keluar dari penjara, mereka terus berkomunikasi dan merencanakan pencurian kemudian sepakat untuk bertemu di wilayah DIY. Para pelaku sangat berpengalaman karena tanpa menggambar secara spesifik sasaran. Begitu melihat ada rumah yang dikiranya berpotensi untuk dijadikan sasaran, langsung dieksekusi.

Dalam aksi terakhirnya, para pelaku masuk ke rumah korban dengan merusak gembok pintu gerbang dengan gunting baja dan mencongkel jendela depan. Sementara untuk mengelabuhi petugas, komplotan ini melakukan aksinay dengan menyewa mobil di rent car.

Kawanan ini menggondol lima buah handphone dengan berbagai merk, dua buah laptop, tiga buah cincin emas, kacamata, speaker aktif, serta uang tunai sebesar Rp 8 juta. Total kerugian yang diderita korban, sekitar Rp 30 Juta. Sebagian besar hasil curian sudah dijual oleh tersangka dan masuk dalam daftar pencarian barang,” ucapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini seluruh tersangka mendekam di ruang tahanan Polres Sleman. Mereka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.