Lomba Mural Menolak Pasrah, Sapuan Kuas Ratusan Pelukis di Kampus Sanata Dharma
Gaya Hidup

Lomba Mural Menolak Pasrah, Sapuan Kuas Ratusan Pelukis di Kampus Sanata Dharma

Depok,(sleman.sorot.co)--Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, menggelar lomba melukis mural dengan tema ‘Menolak Pasrah’. Lomba diikuti oleh sekitar 129 peserta yang merupakan seniman lukis DIY baik dari kalangan mahasiswa maupun umum.

Rencanya, penjurian lomba melukis mural ini akan dilakukan pada 3 Desember 2017, oleh Dosen Staf Pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Wiyono, Isrol Media Legal, dan Ismu Ismoyo.

Salah satu peserta lomba, Heru Dodot Widodo, mengungkapkan, tema menolak pasrah dapat diamaknai kondisi suatu jaman yang segala sesuatunya serba cepat. Di jaman ini terkadang orang menginginkan hal yang serba instan, sehingga membuat orang malas bergerak karena semua dapat dilakukan dengan mudah.

Apa-apa tinggal suruh, apa-apa tinggal pencet dari gadget, di situ hal-hal semua serba cepat menjadikan orang tidak mau bergerak secara manual lagi. Dan di situ pula yang menjadikan semua bisa berubah dengan cepat,” ujarnya, di sela-sela kegiatan melukis mural, Sabtu (2/12).

Dengan tema tersebut, diharapkan setiap orang dapat terketuk agar menjadikan hidup lebih baik, tidak bermalas-malasan dan tidak boleh pasrah dengan keadaan yang dihadapi. Sementara itu, dalam lomba mural ini, ia membuat lukisan dengan judul ‘No Pain No Gain’ dengan bentuk visual orang berangkat kerja ke pasar, orang jual jamu dan orang jual buah. 

Dodot ingin menunjukkan semangat orang-orang yang menolak pasrah karena mereka harus giat bekerja bangun pagi menyiapkan segala sesuatu dan berangkat mencari nafkah dengan jalan kaki. Lukisan itu juga menggambarkan begitu pentingnya menjaga semangat untuk kerja keras demi mendapatkan hasil atau rezeki.

Kerja keras itu sangat penting karena rezeki karena segala sesuatu dihasilkan dari kerja keras tanpa mengenal hutus asa. Rezeki tidak akan datang pada orang yang malas atau pasrah, sehingga ‘No Pain No Gain’ menyimbolkan menolak pasrah,” tandasnya.