Keroyok Dua Pelajar Hingga Babak Belur, Belasan Pemuda Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Keroyok Dua Pelajar Hingga Babak Belur, Belasan Pemuda Dibekuk Polisi

Mlati,(sleman.sorot.co)--Jajaran Polsek Mlati mengamankan belasan pemuda yang diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap dua pelajar di Jalan Raya Warak, Sumberadi, Kecamatan Mlati, pada Minggu 29 Oktober 2017. Dari sekitar 15 orang pelaku, sebanyak 12 orang pelaku sudah berhasil diamankan dan kini menjalani proses penyidikan di Polsek Mlati.

Kapolsek Mlati, Kompol Bayu Hendarto, mengatakan, korban penganiayaan merupakan pelajar asal Sleman berinisial FR dan YP. Peristiwa penganiayaan terjadi bermula saat kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Raya Warak, Minggu 29 Oktober 2017 sekitar pukul 02.30 WIB.

Di tengah perjalanan kedua korban dicegat oleh sekelompok pemuda tak dikenal, berjumlah sekitar 15 orang. Tanpa sebab yang jelas, mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban,” ucapnya, Selasa (14/11/2017).

Akibat kejadian itu, korban FR menderita luka memar pada bagian kepala, badan, punggung dan kaki, sedangkan korban YP, mengalami retak tulang leher, sekaligus lebam di bagian kepala dan di sekujur badan. Usai melakukan penganiayaan, belasan pelaku langsung kabur melarikan diri, sedangkan korban ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit. 

Sementara itu, Panit 2 reskrim Polsek Mlati Aiptu Sagimin menambahkan, dari hasil keterangan korban dan saksi-saksi, petugas mengantongi ciri-ciri pelaku yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Selanjutnya, pada 2 November 2017 petugas berhasil menangkap beberapa pelaku penganiayaan tersebut.

Para pelaku berhasil kita tangkap dalam waktu tidak bersamaan, tetapi dalam beberapa kali penangkapan. Ada yang di awal hingga pertengahan bulan November ini. Pertama ada lima pelaku, kemudian selang sehari tertangkap empat pelaku lagi dan terakhir pada 9 November ada tiga pelaku,” jelasnya.

Adapun para pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni, HF (17) warga Sumberadi Mlati, EJ (19) warga Bekasi, AL (17) warga Merauke, VL (17) warga Jakarta, NC (16) warga Flores, AN (17) warga Sumberadi, Mlati, JM (17) warga NTT, RM (17) warga Sidoarum Godean, GG (17) warga Jakarta, SA (22) warga Ngaglik, RA (19) warga Sumberadi Mlati, dan DN (53) warga Surabaya.