Bonsai, Sebuah Karya Seni Melatih Kepribadian dan Kesabaran
Gaya Hidup

Bonsai, Sebuah Karya Seni Melatih Kepribadian dan Kesabaran

Gamping,(sleman.sorot.co)--Sebuah hobi jika digeluti dengan telaten ternyata tak sekadar memuaskan diri sendiri, tapi banyak dampak positif yang bisa diperoleh. Hal tersebut dibuktikan oleh Billy Anggara Setiawan (38), penggemar tanaman berukuran mungil ini.

Berawal dari bonsai, pria asal Cirebon Jawa Barat ini bisa membangun relasi pertemanan sesama penggemar bonsai di Jogja. Bahkan Billy kini dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Jogjakarta.

Ditemui di kebun bonsai miliknya di wilayah Nogotirto, Gamping, Sleman Minggu (12/11/201), Billy sedikit banyak bercerita perjalanannya menggeluti dunia seni mengerdilkan tanaman.

Saya pindah ke Jogja tahun 2005. Sebagai pendatang, pastinya saya belum punya banyak teman di Jogja,” kata Billy.

Lalu pada tahun 2007, di sela waktu luangnya mengurusi bisnis keluarga, Billy iseng-iseng datang ke sebuah pameran bonsai di Jalan Soedirman, Gondokusuman, Jogja. Waktu itu, Billy membeli satu tanaman bonsai untuk dirawat di rumahnya di wilayah Kasihan, Bantul. Dari itulah, Billy mulai bergabung dengan komunitas bonsai, berkumpul dengan sesama penggemar bonsai, dan akhirnya bergabung dengan PPBI Jogja. 

Saat ini, koleksi tanaman bonsainya lebih dari 300 pohon berbagai jenis baik itu lokal maupun impor. Seluruhnya dirawat sendiri di kebun pribadi seluas sekitar 60 meter persegi.

Tapi sejak setahun terakhir saya kurang fokus karena kesibukan kerja. Ini sekarang dibantu beberapa orang merawat dan menjaga kebun,” ucapnya.

Menurut Billy, merawat bonsai bukan sebatas nilai materi di balik nilai seni tanaman, tapi yang lebih penting adalah bagaimana pemilik bonsai menikmati proses. Yakni proses membentuk dan merawat dari nol menjadi sebuah tanaman bonsai yang berkualitas dan bernilai seni.

Berbeda jika motif mengoleksi bonsai semata-mata mencari keuntungan dari jual beli, kata dia, bisa dipastikan hidupnya di dunia bonsai tidak akan bertahan lama. Bahkan, imbas buruknya justru merusak ekosistem karena berlomba-lomba berburu bahan bonsai untuk dijual tanpa memperdulikan kelestarian alam.

Kalau mau melatih kepribadian, melatih sabar, cari teman, ya itu main bonsai, karena di bonsai itu lengkap ada pemburu, pedagang, trainer, kolektor, dan juri,” ungkapnya.

Agenda terdekat, pada Desember 2017 mendatang akan digelar pameran dan kontes bonsai di Taman Kota Wonosari Gunungkidul. Billy berencana turut serta dengan membawa beberapa koleksi bonsai andalannya dalam kontes tersebut.