Bingung Kehabisan Rokok, Dua Pelajar Jambret Pemotor Wanita
Hukum & Kriminal

Bingung Kehabisan Rokok, Dua Pelajar Jambret Pemotor Wanita

Sleman (sleman.sorot.co)--Berdalih uang jajan yang diterima dari orang tuanya kurang, dua remaja yakni M A alias Kopen (18) warga Wedomartani, Ngemplak dan D T alias Doni (18) warga Donoharjo, Ngaglik nekat melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Kedua pelaku yang masih berusia remaja ini akhirnya harus meringkuk di ruang tahanan Polres Sleman setelah nekat melakukan penjambretan pada Selasa (29/8/2017) malam lalu di Jalan Magelang Km 16, Dusun Ganjuran, Caturharjo.

Wakapolres Sleman, Kompol Heru Musliman mengungkapkam kedua pelaku ini melakukan perampasan tas milik korban Intan Anis Khoiriyah (19) warga Merdikoro, Tempel. Kedua pelaku membuntuti korban yang sedang dalam perjalan pulang seusai kerja sekira pukul 23.45 WIB.

"Di lokasi kejadian,saat kondisi jalan sedang sepi, pelaku lantas menjambret tas milik korban yang dicangklong," ucap Heru saat menggelar temu media di Mapolres Sleman, Rabu (13/9/2017) siang.

Kedua pelaku sendiri sempat berhasil melarikan diri meski sempat dilakukan pengejaran oleh korban. Kopen dan Doni sendiri kemudian membawa kabur tas yang berisi dompet, hp serta sejumlah surat-surat penting dan barang berharga. 

Berdasarkan penelusuran dari kepolisian, akhirnya pada awal September 2017 silam mendapatkan petunjuk penting. Dari situ saat ditelusuri, petunjuk tersebut mengarah kepada Kopen dan Doni.

Kita lakukan penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut pada tanggal 5 September 2017 silam,” beber dia.

Dalam pemeriksaan, para pelaku ini baru mengaku sekali melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Kepada polisi keduanya juga mengungkapkan bahwa saat itu menjambret karena iseng. Keduanya hendak keluar lantaran kehabisan rokok, karena tidak mempunyai uang, akhirnya timbul niat untuk menjambret.

Ia terangkan lebih lanjut, bahwa kedua pelaku sendiri masih berstatus pelajar. Doni duduk di kelas 1 sebuah SMK di wilayah Sleman, sementara untuk MK pelajar kelas 2 di salah satu sekolah di Klaten.

"Untuk proses hukum tetap kita lakukan seperti biasa karena meski berstatus sebagai pelajar, usia keduanya sudah dalam kategori dewasa. Sedangkan barang-barang milik korban yang sebelumnya berhasil dijambret berhasil kami amankan dan dijadikan barang bukti,” pungkas Heru.