Pegawainya Dites Urine Oleh BNNK, Ini Tanggapan Ketua PN Sleman
Peristiwa

Pegawainya Dites Urine Oleh BNNK, Ini Tanggapan Ketua PN Sleman

Sleman (sleman.sorot.co)--Selasa (12/9/2017) pagi tadi tim dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Sleman. BNNK melakukan tes urine terhadap puluhan hakim dan pegawai.

Ketua PN Sleman Lucas Prakoso pun berkomentar terhadap tes urine yang dilakukan secara mendadak oleh BNNK tersebut.

"Prinsipnya kami mendukung penuh tes urine oleh BNNK. Kan ini bagian dari program pemberantasan narkotika," kata Lucas.

Menurutnya, pengadilan juga termasuk dalam bagian pemerintah dalam upaya pemberantasan narkotika sehingga sangat mendukung sepak terjang BNN maupun kepolisian. 

Pengadilan itu juga bagian dari program pemberantasan narkoba melalui putusan-putusannya. Jadi kita harus bersih dari narkoba juga, tandasnya.

Dia pun memastikan jika ada jajaran di lembaga peradilan yang positif menyalahgunakan narkotika, maka sudah sepatutnya diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Namun dia tetap berharap tidak ada satu pun hakim maupun pegawai yang dinyatakan positif narkotika.

Kalau semuanya negatif, kita bisa bekerja dengan tenang,” imbuhnya.

Selasa pagi tadi, BNNK Sleman secara mendadak mengetes urine seluruh hakim dan pegawai PN Sleman sebanyak 75 orang terdiri dari 42 laki-laki dan 33 perempuan. Hasilnya, seorang pegawai berstatus PNS terindikasi positif mengonsumsi obat yang mengadung benzodiazepine atau zat penenang.

Dijelaskan oleh Plt Kasubag Umum BNNK Sleman, Wasisno, seorang PNS perempuan urinenya positif mengandung benzo, yakni sejenis obat penenang psikoaktif yang pemakaiannya harus berdasar resep dokter. Namun saat ditelusuri lebih jauh, sang PNS mampu menunjukkan resep dokter sehingga tak bisa diproses lebih lanjut.

Benzo itu semacam obat penenang yang memang mengandung zat psikotropika dan penggunaannya harus dengan resep dokter. Yang positif tadi itu tidak termasuk penyalah guna karena ada resep dokter, dan dia tengah menjalani proses pemulihan media sehingga tidak bisa ditindaklanjuti,” jelas Wasisno.

Ditambahkannya, test urine di lingkungan PN Sleman dilakukan atas permintaan pimpinan setempat yang ingin jajarannya terbebas dari oknum yang menyalahgunakan narkotika. Meski ada koordinasi awal, namun Wasisno menegaskan untuk waktu pemeriksaan dirahasiakan agar tidak bocor.