Musim Kemarau Hingga November, 50 Kecamatan di DIY Terdampak Kekeringan
Pemerintahan

Musim Kemarau Hingga November, 50 Kecamatan di DIY Terdampak Kekeringan

Sleman, (sleman.sorot.co)--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi akhir bulan Oktober 2017 wilayah DIY bakal memasuki musim pancaroba menuju musim hujan. Namun sebelum masuk fase musim pancaroba atau selama sebulan ke depan, sejumlah wilayah masih terkategori terdampak kekeringan sehingga tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Berdasar monitorting Stasiun Klimatologi BMKG DIY, sedikitnya ada 50 titik tersebar di seluruh kabupaten kecuali Kota Yogya yang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut antara sebulan hingga lebih dari dua bulan.

"Berdasar monitoring dasarian III bulan Agustus, dipetakan wilayah yang tanpa hujan berturut-turut antara 21-30 hari (panjang), 31-60 hari (sangat panjang), dan lebih dari 60 hari (kekeringan ekstrem)," jelas Kepala Operasional Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Djoko Budiyono, Senin (11/9/2017).

Wilayah yang tanpa hujan kategori panjang di Kabupaten Bantul sebanyak lima kecamatan, Gunungkidul ada 12 kecamatan, Kulon Progo tujuh kecamatan, dan Sleman dua kecamatan. Sementara kategori sangat panjang, Bantul sebanyak delapan kecamatan, Gunungkidul dan Kulon Progo masing-masing satu kecamatan, dan Sleman sebanyak 10 kecamatan. Sedangkan kategori kekeringan ekstrem, terjadi di Bantul empat kecamatan dan Gunungkidul satu kecamatan.

"Bagi wilayah-wilayah tadah hujan, tentu sangat berpengaruh sekali karena masyarakatnya sangat tergantung pada air hujan," jelasnya.

Meski berdasar prediksi musim pancaroba akan masuk pada akhir Oktober mendatang, namun Djoko menyebut kondisi itu bersifat lokal dan belum merata. Curah hujan diprediksi masih berkisar antara 10-30 mm untuk pancaroba dan awal musim hujan curahnya sekitar 50 mm. Artinya, masih ada titik yang terpapar dampak kekeringan.

"Seperti di Gunungkidul dan sebagian pesisir selatan, awal pancaroba dan hujan awal diprediksi baru terjadi awal November. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan langkah antisipasi," imbuhnya.