Kasus Intoleran Masih Terjadi, Paham dan Gerakan Radikal Terindikasi Sudah Masuk DIY
Sosial

Kasus Intoleran Masih Terjadi, Paham dan Gerakan Radikal Terindikasi Sudah Masuk DIY

Depok,(sleman.sorot.co)--Sejumlah pihak mengkhawatirkan radikalisme bermotif agama akan semakin marak terjadi. Polda DIY sendiri memantau, indikasi radikalisme telah mulai masuk ke wilayah DIY. Jika tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan hal semacam ini bisa tumbuh subur dan menimbulkan keresahan di masyarakat dan bahkan sampai jatuh korban.

Ditemui saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) di Polda DIY, Wadir Intelkam Polda DIY, AKBP Suswanto menyatakan, bahwa ditengarai kelompok radikalis sudah masuk ke wilayah DIY. Pihak Polri sendiri telah mengidentifikasi sejumlah kelompok yang terafiliasi dengan kelompok teroris. Besar kemungkinan pergerakan maupun anggota kelompok tersebut telah menyebar dan melakukan gerakan ke berbagai daerah termasuk DIY. Meski begitu, ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir lantaran pihaknya terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap kelompok tersebut.

Kami sudah mengidentifikasi kelompok tersebut bersama BIN, forum komunikasi pencegahan terorisme dan densus 88,” ungkap Suswanto, Kamis (07/09/2017) siang.

Disinggung mengenai penyebaran organisasi radikal di wilayah DIY, Suswanti enggan membeberkan lebih lanjut. Namun berdasarkan sejumlah temuan kasus, ia tidak memungkiri bahwa paham radikal sudah mulai masuk dan berkembang di wilayah DIY. Salah satu indikator yang paling nyata adalah masih adanya kasus intoleran yang terjadi di DIY.

Beberapa waktu yang lalu juga ada penangkapan seseorang yang diduga terlibat jaringan teroris di Kabupaten Gunungkidul, walaupun itu pendatang yang sedang sowan ke orang tuanya, tetapi itu memang cukup mencederai situasi keamanan di DIY,” ucapnya.

Dalam FGD sendiri dihadiri oleh jajaran Polda DIY, Polres dan Polresta se-DIY, masyarakat umum, perwakilan ormas, Badan Eksekutif Mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi serta dinas dan instansi terkait.

FGD yang membahas tentang radikalisme ini merupakan bentuk deteksi dan antisipasi dini terhadap potensi berkembangnya paham radikal di wilayah DIY. Kegitan FGD merupakan bagian dari Program Quick Win Renstra Polri 2015-2019 dengan mengangkat tema menangkal radikalisme demi menjaga sitkamtibmas yang kondusif di wilayah DIY.

Ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Polri terutama dalam rangka menindaklanjuti ancaman radikalisme, terorisme dan gejala intoleransi, kita betul- betul kontra terhadap paham radikal,
jelas dia.

Lebih lanjut, AKBP Suswanto memaparkan bahwa kegiatan ini termasuk bagian dari bentuk sosialisasi kepada semua eleman masyarakat.

"Dalam FGD ini kita libatkan beberapa unsur diantaranya, ormas, lembaga dan instansi terkait, sehingga dari mereka bisa menyampaikan materi tersebut kepada masyarakat luas,” tandasnya.