Tingkat Pengangguran di Sleman Naik
Sosial

Tingkat Pengangguran di Sleman Naik

Sleman,(sleman.sorot.co)--Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Angkatan Kerja (AK) di tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun 2019. Disamping itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga naik, tahun 2019 sebesar 3,98 persen (27.508 orang). 

Di tahun 2020 sebesar 5,09 persen (35.843 orang), terjadi kenaikan TPT sebesar 1,11 persen (8.335 orang). Hal itu disampaikan oleh Kepala Disnaker Kabupaten Sleman Sutiasih.

Sutiasih menambahkan Angkatan Kerja (AK) terdiri dari yang Bekerja dan Belum Bekerja atau pengangguran. Jumlah AK di tahun 2020 tertinggi di Kapanewon Depok sebanyak 68.974 orang. 

Terendah ada di Kapanewon Cangkringan sebanyak 16.240 orang, jelasnya saat memberikan keterangan persnya Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut Sutiasih menuturkan jumlah penganggur terbanyak dari pendidikan SLTA dan diikuti oleh Diploma dan S1. Sedangkan hasil pendataan Disnaker Kabupaten Sleman melalui google form sampai dengan 8 Oktober 2021, perusahaan yang melaporkan pekerja yang terdampak Pandemi Covid-19 ada 585 orang yang terdiri dari dirumahkan ada 383 orang dan ter-PHK ada 202 orang.  

Di tahun 2021 dan 2020, Surtiasi menyatakan, Disnaker Kabupaten Sleman tidak memberangkatkan transmigrasi, hal itu dikarenakan adanya rekofusing dari Pemerintah Pusat. Sehingga ada pengurangan kuota untuk DIY. 

Terakhir kami memberangkatkan adalah di tahun 2019 sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) tujuan ke Kalimantan Utara dan Mamuju Tengah. Sebagian besar memang tujuan transmigrasi adalah ke Kalimantan dan Sulawesi, tutupnya.