Ngaku Pegawai Kementrian PUPR, Pria Pengangguran Tipu Jutaan Rupiah
Hukum & Kriminal

Ngaku Pegawai Kementrian PUPR, Pria Pengangguran Tipu Jutaan Rupiah

Berbah,(sleman.sorot.co)--Mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementrian PUPR, seorang pria pengangguran berinisial MI (26) warga Jakarta Utara, berhasil melakukan penipuan di wilayah Kapanewon Berbah. Untuk memperlancar aksinya, tersangka mengirimkan foto dirinya dengan menggunakan seragam PNS.  

Kapolsek Berbah Kompol Eko Wahyu Nugraheni mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal adanya laporan polisi yang masuk ke Polsek Berbah. Laporan tersebut dari korban Aditya Kurniawan (21) yang berprofesi sebagai kontruksi. 

Korban dan tersangka sebenarnya tidak saling kenal. Keduanya kenal lewat media sosial Facebook. Saat itu, tersangka mencari rental mobil, jelasnya di Mapolsek Berbah, Rabu (31/3/2021).

Selanjutnya, di bulan Oktober 2020, tersangka menawari korban sebuah proyek. Penawaran itu dikarenakan korban berprofesi sebagai kontruksi. Dalam penawarannya, tersangka ini meminta untuk bekerja dalam proyek tersebut.  

Dalam kerjasama itu, lanjut Kompol Eko, tersangka meminta kepada korban untuk mengirimkan sejumlah dana guna keperluan untuk mengajukan izin mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT). Selain itu, uang yang diminta oleh tersangka juga untuk mengurus legalitas PT tersebut. 

Total uang yang sudah dikirim oleh korban sebesar Rp 100 juta. Pengiriman dilakukan secara bertahap oleh korban, tambahnya.

Untuk menyakinkan korban, tersangka MI menunjukkan beberapa dokumen administrasi seperti KTP, SIM dan foto-foto tersangka dengan menggunakan pakaian PNS. Merasa percaya, korban akhirnya bersedia mengirimkan sejumlah uang yang diminta tersangka itu.

Korban mulai merasa curiga saat yang proyek yang dijanjikan oleh tersangka tidak kunjung ada. Bahkan tersangka dihubungi agak susah. 

Mendapatkan adanya laporan, kami langsung bergerak cepat lakukan penyelidikan. Tersangka kami tangkap berkat keterangan korban. Tersangka ditangkap pada Rabu (24/3/2021) di Jakarta Utara. Atas kasus ini, tersangka terancam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara, tutup Kompol Eko Wahyu Nugraheni.